80 Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4
80 Peserta mengikuti pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh Disnaker Kota Cirebon.-Cecep Nacepi-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.CO –Sebanyak 80 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Prabayaksa Setda Kota Cirebon, Grage City Hub, Jalan Jend. Ahmad Yani No. 01, Kota Cirebon, Kamis (27/8/2026).
Pelatihan dibuka secara langsung oleh Walikota Cirebon, Effendi Edo. Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan hasil seleksi dari sekitar 600 calon peserta yang sebelumnya mendaftarkan diri.
"Kegiatan hari ini merupakan hasil seleksi dari kurang lebih 600 calon peserta pelatihan. Mereka disaring lagi menjadi 80 orang yang hari ini masuk ke pelatihan tahap selanjutnya," ujar Edo.
Pada Batch 4, pelatihan difokuskan pada lima bidang keterampilan, yakni menjahit, penataan rambut, pembuatan kue, barista, dan pengelasan. Para peserta akan mendapatkan pembekalan dari instruktur yang memiliki kompetensi dan pengalaman profesional di masing-masing bidang.
BACA JUGA:Wamenlu Anis Matta: OKI Harus Menuntut Israel Atas Kejahatan Kemanusiaan dan Terorisme
Menurut Effendi, pelatihan tersebut tidak sekadar bertujuan meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri serta perkembangan pembangunan di Kota Cirebon.
"Ini kan program dari pemerintah pusat dan provinsi yang kita gabungkan agar kebutuhan industri ter-cover. Contohnya, saat ini ada rencana pembangunan lima calon hotel di Kota Cirebon, penambahan usaha kedai kopi di ruas-ruas jalan, serta proyek pembangunan yang membutuhkan tenaga pengelasan," jelasnya.
Ia juga mendorong peserta agar tidak hanya menjadikan pelatihan sebagai bekal untuk melamar pekerjaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk membangun usaha secara mandiri sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Pemkot Cirebon akan melakukan pemantauan terhadap para alumni setelah menyelesaikan pelatihan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program mampu mendorong penyerapan tenaga kerja.
BACA JUGA:IPB Cirebon Perkuat Kurikulum PGSD Lewat Benchmarking ke UPGRIS
"Lepas dari pelatihan, nanti ada yang bekerja atau membuka wirausaha, itu wajib dilaporkan sehingga kita punya data yang jelas mengenai penyerapan tenaga kerja," pungkasnya. (cep)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

