Nasaruddin Umar dan Amanah yang Lebih Besar
Menteri Agama Nasaruddin Umar.-disway.id-
RADARCIREBON.COM – Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, menyuguhkan lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan.
Ia adalah ruang perjumpaan gagasan, pertarungan pengaruh, sekaligus penentuan arah salah satu organisasi Islam terbesar di dunia.
Dalam konteks itulah nama Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, sempat menjadi perhatian.
Ulama kharismatik ini dinilai memiliki kans yang cukup besar untuk menakhodai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga 2031 mendatang.
Namun peluang itu urung ditempuh.
Nasaruddin Umar memilih tidak masuk ke dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU. Keputusan itu tentu meninggalkan rasa kecewa bagi sebagian kalangan.
Tidak sedikit yang memandang Indonesia, bahkan Nahdlatul Ulama, membutuhkan figur seperti Nasaruddin Umar untuk memimpin organisasi besar tersebut.
Penilaian itu bukan tanpa alasan.
BACA JUGA:Jabar Siapkan 1.280 Lulusan SMA-SMK untuk Berkarier di Tingkat Global
BACA JUGA:PN Jaksel Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Ini Agenda Sidang Selanjutnya
Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak yang tidak biasa. Ia adalah seorang ulama, cendekiawan, tokoh pesantren, sekaligus pemimpin yang mampu berbicara kepada masyarakat modern.
Ia memahami tradisi, tetapi tidak terjebak dalam romantisme masa lalu. Ia berpijak pada nilai-nilai Islam, tetapi memiliki pandangan progresif terhadap tantangan zaman.
Salah satu kekuatan penting Nasaruddin Umar adalah pandangannya mengenai ekonomi umat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

