RADARCIREBON.COM - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi salah satu bandar udara alternatif setelah aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta ditutup, akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Seperti diketahui, sebanyak 7 bandara sampai dengan saat ini masih ditutup akibat dampak erupsi.
Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26; bandara yang ditutup sementara yakni, Bandara Soetta, Bandara Radin Inten II Lampung; Bandara Budiarto Banten; Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta; Bandara Pondok Cabe Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung; Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.
Akibat penghentian aktivitas penerbangan di beberapa bandara tersebut, sebanyak 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terganggu sejak 5, September 2026.
BACA JUGA:Erupsi Anak Krakatau 2026: Fenomena Panas Bertemu Air yang Bisa Mengubah Bahaya Letusan
Di sisi lain, BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka kini menjadi opsi bandara alternatif untuk aktivitas penerbangan.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pemerintah telah mempersiapkan beberapa bandara alternatif.
Yakni, Bandara Juanda di Provinsi Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo di Provinsi Jawa Tengah, Bandara Internasional Yogyakarta di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandara Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Provinsi Jawa Tengah, serta Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
Terkait pemilihan Bandara Kertajati menjadi salah satu alternatif, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan agar pelayanan kepada penumpang diperhatikan.
"Kertajati alternatif pilihan agar penerbangan tetap bisa berjalan dnegan baik. Bagi yang akan menggunakan Bandara Kertajati, saya mengucapkan selamat semoga aman dan nyaman," kata KDM, Senin, 7, September 2026.
Untuk memastikan kenyamanan penumpang, pihaknya telah meminta staf di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BIJB dan pihak terkait untuk memberikan layanan terbaik.
"Hari ini saya meminta para staf Pemprov Jabar untuk memberikan layanan terbaik. Minimal mendistribusikan kebutuhan dasar yang diperlukan penumpang. Misalnya buat yang membawa bayi, lansia," tuturnya.
Kembali ditegaskan KDM, pihaknya akan meminta seluruh jajaran untuk turun ke Bandara Kertajati demi memastikan layanan kepada penumpang berjalan dengan optimal.
BACA JUGA:Liverpool Resmi Amankan Kiper 18 Tahun, Harganya Fantastis dan Disebut Penerus Alisson