Kebakaran Hutan Melanda 3 Blok di Gunung Ciremai, Api Belum Padam

Selasa 08-09-2026,10:48 WIB
Reporter : Ninda Nevada
Editor : Yuda Sanjaya

RADARCIREBON.COM - Kebakaran hutan melanda Blok Cileutik, Manguntapa dan Simaung, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Menurut informasi Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, api pertama kali terdeteksi pada pukul 14.00 WIB, Senin, 7, September 2026.

Petugas kemudian meluncur ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun sampai dengan Selasa, 8, September 2026, api belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

BACA JUGA:Kasus Dugaan Perundungan SD Santa Maria Cirebon Naik ke Proses Hukum, Korban Jalani Visum

"Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Blok Cileutik dan Simaung. Titik api pertama kali diketahui berupa kepulan asap di Grid 19 berdasarkan hasil pemantauan drone," demikian diinformasikan BTNGC.

Hingga Selasa, 8 September 2026 upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari TNGC, Manggala Agni TNGC, Polri, TNI, BPBD, MPA dan Mitra TNGC.

Saat ini api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya karena area yang terbakar berada di 3 blok.

BTNGC mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan untuk menjaga dan melakukan mitigasi terjadinya kebakaran.

BACA JUGA:Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Masuk Skuad Lille VS Real Betis untuk Kompetisi Eropa Liga Champions

"Sehubungan dengan kejadian tersebut, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, pegiat alam, pecinta alam, dan semua pihak untuk bersama-sama menjaga hutan dari kebakaran."

"Hindari membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan, dan memastikan api unggun benar-benar padam," imbuh BTNGC.

Bagi yang berada di sekitar lokasi dan dalam kondisi aman, mari bersama membantu petugas dalam upaya pemadaman.

Bila masyarakat menemukan titik api atau asap segera laporkan kepada petugas TNGC terdekat.

BACA JUGA:Penerbangan Soekarno-Hatta Dibuka Bertahap, Penumpang Diminta Cek Jadwal Maskapai

Kategori :