Namun, dalam beberapa waktu terakhir jumlah tersebut mulai menunjukkan peningkatan.
“Kami biasanya menerima pasien perbulan sekitar 1.700 orang, sekarang meningkat,” jelasnya.
Ati menjelaskan, anak-anak termasuk kelompok yang cukup rentan terserang ISPA.
Sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang serta tingginya interaksi dengan anak-anak lain menjadi sejumlah faktor yang membuat penularan lebih mudah terjadi.
Risiko tersebut juga cenderung meningkat ketika terjadi perubahan atau peralihan musim.
Kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan di masyarakat.
“Biasanya memang di peralihan musim, infeksi saluran napas itu biasanya banyak timbul."
"Karena yang mudah tertular itu biasanya anak-anak, yang imunitasnya juga mungkin belum optimal,” pungkasnya. (*)