Bara tersebut kemudian diduga menyambar tumpukan kayu bakar kering yang berada di sekitar tungku.
Api pun dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain rumah.
Rumah tersebut diketahui dihuni Nok Julaeha bersama anak dan menantunya. Kobaran api membuat sebagian besar bangunan dan barang-barang di dalam rumah tidak dapat diselamatkan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.
BACA JUGA:Sehari Dua Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Leuwimunding, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan
Damkar Kuningan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan tungku maupun sumber api lainnya.
Bara dari kayu bakar harus dipastikan benar-benar padam setelah aktivitas memasak selesai.
Masyarakat juga diminta tidak menyimpan bahan yang mudah terbakar, seperti kayu bakar, terlalu dekat dengan tungku atau sumber panas.
Langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah kebakaran, terutama di rumah yang masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu. (*)