“Jadi kami berharap sektor peternakan, khususnya ayam petelur, bisa menjadi pengungkit."
"Sederhana, tetapi luar biasa dampaknya. Bukan hanya skala industri, termasuk skala rumah tangga,” ujar Herman.
Sementara itu, Kepala OJK Jabar Darwisman mengatakan program pengembangan ekonomi daerah melalui komoditas ayam petelur tersebut melibatkan 4.665 peternak yang tersebar di 21 sentra peternakan di Jabar.
Menurutnya, program EGG tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan akses peternak terhadap layanan keuangan.
Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu memberikan dampak riil terhadap perekonomian dan tidak hanya berhenti pada peningkatan akses keuangan semata,” kata Darwisman.
Ia menjelaskan, pengembangan ekosistem ayam petelur di Jabar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan peternak.
Berdasarkan perhitungan OJK, peternak dengan populasi sekitar 2.000 ekor ayam berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp34,88 juta per bulan.
“Yang kedua akan mendorong peningkatan pendapatan peternak. Dalam hitungan kami, 2.000 ternak ayam itu akan memperoleh income per bulannya Rp34,88 juta per bulan,” ujarnya.
BACA JUGA:700 PPPK Kota Cirebon Diingatkan OJK: Waspada Pinjol Ilegal hingga Judol
Program EGG juga diarahkan untuk memperluas pasar produk peternakan Jabar hingga ke luar negeri.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan peresmian ekspor 7.000 ekor day old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari serta 6,3 ton produk olahan ke Timor-Leste. Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar 22 ribu dolar AS.
Selain Timor-Leste, DOC asal Jawa Barat juga direncanakan menembus pasar sejumlah negara lain, yakni Myanmar, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Pengembangan ekosistem ayam petelur tersebut akan mencakup 18 kabupaten dan 9 kota di Jabar.
Pelaksanaannya melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, peternak, eksportir, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan ayam petelur diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi.