Bagi calon pembeli Ertiga bekas, pilihan transmisi juga menjadi pertimbangan penting.
Pada Ertiga non-hybrid tertentu, Suzuki menggunakan transmisi otomatis konvensional 4-percepatan dengan torque converter.
Karakter transmisi ini dikenal sederhana dan relatif mudah dalam perawatan.
Dibandingkan transmisi CVT, transmisi otomatis konvensional memiliki karakter berbeda dalam hal konstruksi dan perawatan.
Ketika terjadi kerusakan akibat kelalaian pemilik sebelumnya, biaya perbaikannya dapat lebih mudah diprediksi dibandingkan kerusakan pada transmisi yang lebih kompleks.
5. Harga Bekas Relatif Terjangkau
Harga menjadi salah satu kelebihan Ertiga bekas yang cukup menarik.
Depresiasi harga mobil Suzuki di pasar bekas membuat Ertiga pada tahun produksi yang sama bisa ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan sejumlah kompetitornya.
Dengan anggaran yang sama, calon pembeli berpeluang mendapatkan Ertiga dengan tahun lebih muda atau kondisi yang lebih segar dibandingkan jika memilih Avanza atau Xpander.
Kekurangan Suzuki Ertiga Bekas
Meski menawarkan sejumlah kelebihan, Ertiga bekas bukan berarti tanpa kekurangan.
Ada beberapa bagian yang perlu mendapat perhatian calon pembeli, terutama ketika memilih unit yang sudah berusia beberapa tahun.
1. Kaki-Kaki Depan Perlu Lebih Sering Dicek
Karakter suspensi Ertiga yang empuk menjadi nilai tambah dari sisi kenyamanan. Namun, komponen kaki-kaki juga perlu mendapat perhatian.
Bushing arm, link stabilizer, hingga shockbreaker depan dapat mengalami keausan dan membutuhkan penggantian, terutama jika mobil sering digunakan melewati jalan rusak.
Dalam hal ketahanan kaki-kaki, Avanza memiliki reputasi lebih kuat untuk menghadapi kondisi jalan yang kurang baik.