Karena pemilik aset lebih mengutamakan pencairan dana dengan cepat, peserta memiliki peluang mendapatkan mobil dengan harga sekitar 10 hingga 20 persen lebih rendah dibandingkan harga pasaran umum.
BACA JUGA:Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara
Meski begitu, calon pembeli tetap harus menghitung biaya tambahan setelah memenangkan lelang.
2. Banyak Pilihan Mobil dalam Satu Tempat
Balai lelang dapat menghadirkan ratusan unit kendaraan dalam satu jadwal. Kondisi ini membuat calon pembeli lebih mudah membandingkan berbagai pilihan tanpa harus mendatangi banyak diler.
Pilihan kendaraan juga beragam, mulai dari mobil niaga, MPV keluarga, hingga SUV premium. Peserta dapat melihat unit secara langsung ketika balai lelang menggelar sesi open house.
BACA JUGA:Kewajiban Sertifikasi Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pelaku Usaha Cirebon Diminta Segera Mengurus
3. Kondisi dan Dokumen Kendaraan Dapat Dicek
Perusahaan lelang resmi biasanya menyediakan informasi mengenai kondisi kendaraan dan dokumen sebelum pelaksanaan lelang.
Informasi tersebut dapat mencakup kondisi mesin, eksterior, interior, serta status dokumen seperti BPKB dan STNK.
Data tersebut membantu peserta memperkirakan kebutuhan biaya tambahan, termasuk administrasi dan tunggakan pajak jika kendaraan memiliki surat-surat yang sudah tidak aktif atau mengalami pemblokiran.
BACA JUGA:Suzuki Ertiga Bekas vs Avanza dan Xpander, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
BACA JUGA:Suzuki Ertiga Gen-1 Bekas Masih Layak Dibeli? Simak Kelebihan dan Kekurangannya
Risiko Membeli Mobil Lelang
Di balik peluang mendapatkan mobil dengan harga lebih murah, peserta juga perlu memahami sejumlah risiko. Pengetahuan otomotif dan ketelitian saat melakukan pemeriksaan menjadi sangat penting.
1. Mobil Dijual Apa Adanya