Mobil lelang umumnya dijual dalam kondisi apa adanya atau as is. Balai lelang tidak selalu melakukan rekondisi, perbaikan bodi, pembersihan interior, maupun penggantian komponen yang rusak.
Jika setelah pembelian ditemukan masalah pada mesin, sistem pendingin udara, transmisi, atau komponen lainnya, biaya perbaikan menjadi tanggung jawab pemenang lelang.
Peserta juga tidak bisa mengandalkan garansi pascapembelian untuk menanggung kerusakan tersebut.
2. Tidak Bisa Melakukan Test Drive Secara Bebas
Peserta lelang memiliki keterbatasan saat menguji kondisi kendaraan. Ketika sesi pemeriksaan fisik berlangsung, calon pembeli umumnya hanya dapat mengecek eksterior, kabin, dan menghidupkan mesin di tempat.
Peserta tidak bebas membawa mobil berjalan untuk merasakan perpindahan transmisi, respons mesin, maupun kondisi suspensi saat melaju di jalan.
Karena itu, pemeriksaan sebelum lelang membutuhkan ketelitian ekstra.
3. Harus Menyiapkan Dana dengan Cepat
Pemenang lelang harus menyiapkan dana untuk melunasi transaksi dalam waktu relatif singkat. Umumnya, penyelenggara memberikan batas pelunasan sekitar tiga hingga lima hari kerja setelah peserta memenangkan unit.
Beberapa balai lelang memang telah bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan. Namun, proses pengajuan kredit dapat lebih ketat dibandingkan pembelian mobil melalui diler.
Karena itu, peserta perlu memastikan ketersediaan dana sebelum mengikuti proses penawaran.
Tips Aman Membeli Mobil Lelang
Memahami kelebihan dan kekurangan mobil lelang dapat membantu calon pembeli mengambil keputusan dengan lebih rasional.
Persiapan sebelum mengikuti lelang menjadi kunci untuk menghindari biaya perbaikan yang tidak terduga.
Pertama, luangkan waktu untuk mengikuti sesi open house. Biasanya, sesi pemeriksaan kendaraan berlangsung dua hingga tiga hari sebelum jadwal lelang.
Kedua, bawa mekanik profesional atau gunakan jasa inspeksi mobil independen. Mintalah pemeriksaan menyeluruh terhadap ruang mesin, sasis, bodi, dan bagian penting lainnya.