Sementara itu, Virtual RAM merupakan fitur yang memanfaatkan mekanisme pengelolaan memori tambahan, seperti kompresi RAM atau penggunaan sebagian penyimpanan internal, untuk membantu sistem ketika memori utama mulai terbebani.
BACA JUGA:Jangan Asal Beli XMax Bekas! 7 Bagian Ini Wajib Dicek agar Tak Boncos
BACA JUGA:SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an Raih Juara 1 MHQ dan Juara 2 LCC PAI pada Ajang FASTER 2026
Nama fitur ini berbeda-beda, tergantung merek smartphone. Samsung menggunakan nama RAM Plus, OPPO menawarkan Memory Expansion, sedangkan Vivo menggunakan istilah Extended RAM pada sejumlah perangkatnya.
Sebagai contoh, sebuah HP memiliki RAM fisik 8 GB dan menawarkan tambahan Virtual RAM 5 GB. Angka tersebut bukan berarti perangkat berubah menjadi smartphone dengan RAM fisik 13 GB.
Tambahan itu berasal dari mekanisme pengelolaan memori, bukan pemasangan komponen RAM baru.
Karena cara kerja dan implementasinya dapat berbeda pada setiap perangkat, kapasitas Virtual RAM juga tidak bisa disamakan begitu saja dengan kapasitas RAM fisik.
BACA JUGA:Bulog Cirebon Buka Peluang Kerja Sama Komersial dengan KDMP dan SPPG
BACA JUGA:Dana Desa Menyusut, Wakil Ketua DPRD Dorong PIK Jadi Salah Satu Opsi
Bagaimana Cara Kerja Virtual RAM?
Ketika pengguna membuka aplikasi, sistem akan memuat data yang dibutuhkan ke RAM agar dapat diproses dengan cepat.
Namun, kapasitas RAM fisik terbatas. Ketika banyak aplikasi berjalan secara bersamaan, Android harus mengatur penggunaan memori agar sistem tetap bekerja dengan baik.
Pada kondisi tersebut, sistem dapat mengompresi data di memori atau menggunakan mekanisme memori tambahan yang tersedia.
BACA JUGA:Tekan Pengangguran, George Edwin Sugiharto Fasilitasi Pelatihan Barista dan Tata Boga di Cirebon
Tujuannya adalah membantu mengelola penggunaan RAM fisik dan memberikan ruang bagi proses yang sedang aktif.
Secara sederhana, cara kerjanya dapat dipahami melalui beberapa tahap berikut: