Jika kondisi ini terus berulang, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengidentifikasi penyebabnya.
Selain kram, terdapat sejumlah gejala lain yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Kaki terasa lebih dingin dibandingkan kaki lainnya.
- Perubahan warna kulit kaki menjadi lebih pucat atau kebiruan.
- Luka pada kaki yang sulit sembuh.
- Nyeri pada kaki ketika beristirahat, terutama jika disertai gejala lainnya.
Meski begitu, kram otot saja tidak cukup untuk memastikan adanya gangguan sirkulasi darah.
Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk membedakan gangguan pembuluh darah dari penyebab lain, seperti masalah otot atau saraf.
BACA JUGA:Review OPPO Reno16 F 5G: Spesifikasi, Kamera, Baterai, dan Harga
BACA JUGA:Habis Juara ASEAN, Calvin Verdonk Cetak Sejarah di Liga Champions
NHS merekomendasikan pemeriksaan medis jika kram kaki terjadi secara rutin, mengganggu tidur, berlangsung lebih dari 10 menit, atau disertai pembengkakan maupun mati rasa.
Waspadai kondisi darurat jika nyeri kaki muncul secara tiba-tiba dan terasa parah. Jika keluhan tersebut disertai kaki yang mendadak terasa dingin, pucat, kebas, atau lemah, segera cari pertolongan medis darurat.
Gejala tersebut dapat mengindikasikan gangguan aliran darah akut yang membutuhkan penanganan segera.
Cara Mengatasi dan Mencegah Kram Otot
Kram otot yang muncul sesekali dapat ditangani dengan menghentikan aktivitas sejenak, melakukan peregangan secara perlahan, dan memberikan pijatan lembut pada otot yang terasa tegang.
Memastikan asupan cairan juga penting, terutama setelah berolahraga atau ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat.
Selain itu, melakukan peregangan sebelum dan setelah aktivitas fisik dapat membantu mengurangi kemungkinan kram pada sebagian orang.
Untuk menjaga kesehatan sistem peredaran darah, penting untuk mengendalikan sejumlah faktor risiko, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol yang tinggi.
Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit arteri perifer.