Gerakan ini membantu meregangkan otot betis yang berkontraksi. Jika sulit menjangkau kaki, gunakan tangan untuk membantu menarik bagian depan telapak kaki secara perlahan.
Jangan memaksakan peregangan jika rasa sakit justru bertambah.
2. Pijat Otot yang Mengalami Kram
Pijat bagian otot yang menegang dengan tekanan ringan dan gerakan melingkar. Lakukan selama beberapa saat sambil menjaga kaki tetap dalam posisi nyaman.
Pijatan lembut dapat membantu mengurangi ketegangan otot setelah peregangan. Hindari menekan terlalu kuat, terutama jika kaki mengalami pembengkakan, kemerahan, atau terasa panas yang tidak biasa.
BACA JUGA:Sekda Kuningan Terseret Gugatan Wanprestasi, Bupati Dian Bilang Begini soal Demosi
3. Gunakan Kompres Hangat
Tempelkan handuk hangat pada bagian yang mengalami kram selama sekitar 15–20 menit. Suhu hangat dapat membantu otot lebih rileks dan mengurangi rasa tidak nyaman.
Pastikan suhu kompres tidak terlalu panas agar kulit tidak mengalami luka bakar. Jika penggunaan kompres hangat justru menimbulkan rasa tidak nyaman, segera hentikan.
4. Berdiri dan Berjalan Perlahan
Jika nyeri mulai mereda dan kaki mampu menopang tubuh dengan aman, cobalah berdiri lalu berjalan perlahan selama beberapa langkah.
Alternatif lainnya adalah berjalan singkat dengan tumpuan tumit untuk membantu meregangkan otot betis. Jangan memaksakan diri berdiri atau berjalan jika nyeri masih berat atau kaki terasa lemah.
Penyebab Kram Kaki pada Malam Hari
Kram kaki saat malam hari dapat dipicu oleh berbagai faktor. Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui.
BACA JUGA:Api, Tanah, Udara, atau Air? Begini Cara Tiap Elemen Zodiak Menjaga Pikiran Tetap Tenang
- Kelelahan otot: Aktivitas fisik berat, olahraga berlebihan, atau terlalu lama berdiri dapat membuat otot kaki lebih rentan mengalami kram.
- Kurang bergerak: Duduk terlalu lama dan jarang melakukan peregangan dapat meningkatkan ketegangan otot.
- Kekurangan cairan: Dehidrasi dapat memengaruhi fungsi otot, terutama setelah banyak berkeringat atau melakukan aktivitas fisik.
- Ketidakseimbangan mineral: Perubahan kadar elektrolit, seperti kalium, magnesium, dan kalsium, dapat memengaruhi fungsi otot.
- Kondisi kesehatan atau efek obat tertentu: Gangguan saraf, diabetes, masalah sirkulasi darah, serta efek samping obat tertentu dapat berkaitan dengan kram pada sebagian orang.
Meski demikian, kram kaki tidak selalu menandakan tubuh kekurangan mineral. Hindari langsung mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui kebutuhan tubuh.