KUNINGAN - Bupati Hj Utje Ch Suganda melakukan panen padi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan, Jumat (21/11). Panen padi itu diikuti dandim 0615 Kuningan, Kepala Dinas Pertanian Ir Bunbun Budhyaksa dan unsur Muspika Pasawahan. Ratusan masyarakat juga hadir meyambut kedatangan bupati. Kepala Desa Cidahu, Abdul Wahab mengungkapkan kegembiraanya atas terselenggaranya panen padi yang dibuka langsung bupati Kuningan. Kehadiran bupati, menurut dia, menunjukkan kepedulian yang besar terhadap para petani. “Saya juga sangat bersyukur karena hasil panen menunjukkan hasil sangat baik. Terutama dengan diterapkannya cara tanam Jajar Legowo,” imbuh Abdul Wahab. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kuningan, Ir Bunbun Budhyaksa menjelaskan, teknologi legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan. Dari cara tersebut, akan terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar barisan. “Dari teknologi legowo tersebut, seolah-olah rumpun padi berada di barisan pinggir dari pertanaman yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir, atau border effect,” jelasnya. Menurut Bunbun, capaian produktivitas setiap wilayah di Kabupaten Kuningan berbeda. Yang tertinggi di wilayah Kecamatan Pasawahan, dengan produktivitas 67 kuintal gabah kering giling per hektare. Sampai Oktober 2014 rata-rata mampu memproduksi 61,89 kuintal gabah kering giling per hektare. Sisa tanaman yang bisa dipanen antara November hingga Desember 2014 dapat mencapai diatas 62 kuintal gabah kering giling per hektare. “Produktivitas Kabupaten Kuningan sejauh ini telah masuk pada rangking ke-11 se-Jawa Barat dari 27 kabupaten dan kota,” sebutnya. Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda mengatakan, pembangunan pertanian merupakan salah satu kegiatan strategis untuk mendorong perekonomian kerakyatan. Selain dapat memenuhi kebutuhan pokok. “Ini juga penting untuk mendorong program peningkatan produksi beras nasional (P2BN) surplus 10 juta ton pada tahun 2014, dan 2 juta ton tingkat Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Kuningan sendiri tahun 2013 mempunyai andil surplus 75,334 ton dengan tingkat produktivitas mencapai 61,91 kuintal gabah kering,” beber bupati. Bupati juga berharap, dengan terus menggali dan menerapkan suatu teknologi. Salah satunya adalah dengan pola pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di Kabupaten Kuningan tahun 2014, sehingga dapat meningkatkan produktivitas lebih dari 62,000 kuintal gabah kering giling (GKG). “Ini akan lebih besar surplusnya dibanding tahun lalu,” imbuh dia. (tat)
Kuningan Surplus Beras 75,334 Ton
Sabtu 22-11-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Tim Resmob Polres Cirebon Kota Kejar Komplotan Curanmor, Pelaku Kabur ke Area Tambak
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Kamis 12-03-2026,22:26 WIB
Polres Cirebon Kota Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026, Siap Amankan Mudik dan Lebaran
Terkini
Jumat 13-03-2026,20:31 WIB
Ramai Investasi Emas Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Jumat 13-03-2026,20:01 WIB
Polresta Cirebon Gelar GPM, 1.567 Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Jumat 13-03-2026,19:32 WIB
KNPI Kabupaten Cirebon Gelar Dialog Ramadan, Bahas Peran Strategis Pemuda di Tengah Geopolitik Global
Jumat 13-03-2026,19:01 WIB
Mudik Lebaran 2026: BPBD Jabar Siapkan 82 Posko Bencana di Jalur Longsor dan Banjir
Jumat 13-03-2026,18:31 WIB