KUNINGAN - Para kepala Dinas Kesehatan dari sembilan kota/kabupaten yang tergabung dalam Badan Kerja sama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama, melakukan penandatanganan perjanjian kesepemahaman bidang kesehatan di Hotel Prima Resor, Sangkanurip, Jumat (19/12). Sembilan daerah itu Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Ciamis, Cilacap, Banjar, Brebes, Majalengka dan Pangandaran. Ketua BKAD Kunci Bersama H Aang Hamid Suganda menjelaskan, kesepakatan tersebut merupakan wujud keseriusan kerja sama daerah perbatasan dalam hal meningkatkan derajat kesehatan warganya. “Dengan telah disepakatinya kerja sama di bidang kesehatan, maka ada kemudahan bagi masyarakat di daerah perbatasan untuk mengakses pelayanan kesehatan, meski bukan masuk wilayah administrasi daerahnya,” terang mantan Bupati Kuningan dua periode ini. Secara fungsi sosial, ekonomi dan budaya, masyarakat di daerah perbatasan sebenarnya telah terjalin hubungan dan interaksi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tapi karena konsekuensi pemisahan wilayah, membuat gerak langkah mereka terbatas untuk memenuhi kebutuhan akan hak hidupnya. Termasuk akses pelayanan kesehatan yang terjangkau. Maka perjanjian antar kepala Dinas Kesehatan tersebut, merupakan bagian dari implementasi kerja sama daerah Kunci Bersama di bidang kesehatan. “Ini tentu bisa segera ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai program atau kegiatan yang bisa menunjang terwujudnya masyarakat sehat sejahtera,” katanya. Aang menyebut, beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Seperti peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas hingga pembangunan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit. “Saya juga siap untuk menjadi penghubung dengan pemerintah. Baik provinsi maupun pusat, jika memang diperlukan untuk pemenuhan pembangunan sarana dan prasarananya,” imbuh Aang. Sementara, Bupati Kuningan Utje Ch Suganda mengapresiasi realisasi kerja sama bidang kesehatan daerah perbatasan tersebut. Sehingga bisa mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata. Dari kerja sama tersebut, kini masyarakat di daerah perbatasan bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terkendala prosedur administrasi wilayah. “Semoga menjadi solusi bagi masyarakat di daerah perbatasan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan terjangkau. Juga semoga dari kerja sama ini bisa menangani masalah kesehatan. Seperti penyakit menular, wabah, sanitasi hingga KLB,” sebut Utje. (tat)
9 Daerah Perbatasan Kerja Sama Kesehatan
Sabtu 20-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,18:00 WIB
Stabilitas Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, OJK Cirebon Catat Pertumbuhan Kredit dan Investor Pasar Modal
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,20:01 WIB
Ditahan KPK, Yaqut Cholil Qoumas Tegas Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Tim Resmob Polres Cirebon Kota Kejar Komplotan Curanmor, Pelaku Kabur ke Area Tambak
Terkini
Jumat 13-03-2026,17:30 WIB
Polresta Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah Polri untuk Indonesia
Jumat 13-03-2026,17:00 WIB
Posko Mudik BPJS Kesehatan Hadir di Jalur Tol Cipali, Pemudik Bisa Cek Kesehatan Gratis
Jumat 13-03-2026,16:35 WIB
Jelang Idul Fitri, Kodim 0614/Kota Cirebon Gelar Bazar Ramadhan 1447 H
Jumat 13-03-2026,16:32 WIB
Info Tol Cipali Hari Ini: 18.800 Kendaraan Mengarah ke Cirebon, Arus Mudik Mulai Terasa
Jumat 13-03-2026,16:00 WIB