KUNINGAN – Untuk sementara waktu, Gunung Ciremai dilarang untuk didaki. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) akan menutup seluruh jalur pendakian gunung terhitung 19 Januari hingga 31 Maret nanti karena cuaca ekstrim. Kebijakan tersebut ternyata mendapat sambutan baik dari komunitas pecinta lingkungan. Ketua Komunitas Hijau Kuningan, Avo Juhartono memberikan dukungan terhadap kebijakan larangan pendakian. Sebab, rentang waktu sekitar dua bulan tersebut bisa dijadikan masa istirahat dan pemulihan lingkungan jalur pendakian. “Disamping itu, sebagai antisipasi puncak cuaca ekstrim yang kemungkinan terjadi akhir Januari sampai Februari,” ujarnya, kemarin (7/1). Pihaknya berharap para pendaki mendukung larangan pendakian untuk waktu tertentu. Hal itu demi kelestarian lingkungan serta keselamatan pendaki itu sendiri. Secara umum, sambungnya, hampir semua Taman Nasional menerapkan kebijakan larang pendakian sesuai kondisi masing-masing kawasan. “Seperti TN Gede Pangrango ditutup mulai 31 Desember 2014 sampai 31 Maret 2015 nanti. Semeru juga sama, ada waktu penutupan atau pelarangan pendakian,” ungkapnya. Terpisah, Staf pengendalian ekosistem hutan BTNGC, Mufti Ginanjar membenarkan kebijakan larangan pendakian. Dalam kurun waktu selama dua bulan lebih nanti, seluruh jalur pendakian akan ditutup. Ini mengingat cuaca ekstrim serta kebutuhan hutan untuk beristirahat melakukan pemulihan ekosistem. “Kami sudah melakukan rapat dengan masing-masing pengelola pendakian dan semuanya sepakat. Jalur pendakian Ciremai itu ada empat yakni di jalur Linggajati, Linggasana, Palutungan dan Apuy Majalengka,” sebutnya. Pada waktu larangan pendakian, lanjut Mufti, dirinya akan memberikan sanksi terhadap para pendaki yang memaksakan diri alias ilegal. Sanksi tersebut berupa pemberian denda serta black list terhadap nama pendaki itu. Apabila pelanggaran dilakukan pengelola, mereka sudah sepakat untuk siap menerima sanksi seberat-beratnya. Dia menegaskan, larangan hanya berlaku pada pendakian. Untuk perkemahan di Cibunar dan di Palutungan, menurutnya diperbolehkan. Lain halnya jika kemah dilakukan di Cigowong, pihak BTNGC melarangnya. “Pokoknya empat jalur pendakian mulai 19 Januari nanti akan kami tutup. Pada saat penutupan pengelola di masing-masing jalur akan melakukan operasi bersih,” tukas Mufti. (ded)
Sepakat Tutup Pendakian Ciremai
Kamis 08-01-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,18:00 WIB
Stabilitas Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, OJK Cirebon Catat Pertumbuhan Kredit dan Investor Pasar Modal
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,20:01 WIB
Ditahan KPK, Yaqut Cholil Qoumas Tegas Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji
Kamis 12-03-2026,17:00 WIB
ASN Kuningan Dapat Motor All New NMAX dari Undian SIMPATI HOKI
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Terkini
Jumat 13-03-2026,16:00 WIB
Masjid Ramah Pemudik di Cirebon, Buka 24 Jam Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Jumat 13-03-2026,15:30 WIB
Vivo X300 Ultra dan Ambisi Global di Mobile World Congress 2026
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,15:00 WIB
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk UPZ SKPD, Ini Rinciannya
Jumat 13-03-2026,14:37 WIB