KUNINGAN - Alan Fadhlan (15), siswa kelas 9 SMPN 3 Kuningan yang tinggal di Jalan Ramajaksa RT 6/RW 2 Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur tarpaksa tidak bisa sekolah selama tujuh bulan. Pasalnya, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Suhardi Apandi (43) dan Emah (34) itu menderita tomur ganas pada bagian kaki sebelah kanan. Akibat tumor itu, Alan tidak bisa berjalan dan kakinya selalu terasa sakit. Kedua orang tuanya selama ini sudah berusaha mengobati Alan baik secara alternatif maupun medis. Namun, ternyata untuk mengobati tumor ganas harus dilakukan kemotrapi sebanyak tujuh kali. Untuk mengobati penyakit anaknya, orang tua Alan menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, karena pengobatan harus dilakukan di RS Hasan Sadikin Bandung, maka terkedala biaya. Sebab, ketika dilakukan kemo pertama kali, dana yang dihabiskan mencapai Rp1 juta. Bagi Suhardi, dana tersebut sangat berat karena dia hanya buruh bangunan. Jalan satu-satunya adalah bantuan dari dermawan dan pihak pemerintah Kuningan. “Kami terkendal oleh ongkos menuju ke Bandung. Untuk pengobatan sendiri gratis karena ada BPJS. Alan sendiri minimal harus melakukan kemotrapi sebanyak enam kali,” ucap Suhardi kepada Radar, Jumat malam (16/1). Suhardi menyebutkan, awalnya anaknya diketahui mengidap tumor ganas atau dalam istilah medis dikenal sebagai osteosarcoma pada Juli 2014. Ketika itu, di bagian kaki ada benjolan. Diterangkannya, benjolan itu ternyata kerap menimbulkan sakit dan bengkak. Alan pun dicoba diurut, namun ternyata tidak kunjung sembuh. Dan akhirnya dibawa ke RSUD 45 Kuningan. Setelah dilakukan penelitian, kata dia, dokter memvonis tumor ganas dan mengharuskan Alan di bawa ke Bandung. Dan oleh pihak RS Hasan Sadikin langsung dilakukan kemotrapi. “Sebagai orang tua, saya ingin Alan cepat sembuh agar bisa sekolah dan bisa hidup normal seperti orang lain. Mudah-mudahan ada jalan,” ucap dia. Disebutkan, kemarin sudah dilakukan sekali kemoterapi dan masih ada enam kali kemo. Dua kali lagi kemo sebelum di operasi. Setelah itu operasi kemudian setelah di operasi ada lagi kemo sebanyak tiga kali. Dalam kesempatan itu, Suhardi mengucapkan terima kasih kepada GKK (Gerakan Komunitas Kuningan) dan Karangtaruna Winduherang yang mau membantu dengan cara penggalangan dana. “Mudah-mudahan dengan banyak membantu Alan bisa kembali sehat,” ungkapnya. Mengnai sekolah Alan terpaksa dilakukan di rumah. Belum lama ini juga pihak sekolah datang ke rumah Alan untuk ujian. Bagi dia, dengan waktu ujian tinggal tiga bulan tentu Alan harus sembuh agar bisa mengikuti terutama proses belajar. Sebab, belajar di rumah tentu tidak efektif. (mus)
Alan Tidak Sekolah Sejak Tujuh Bulan
Sabtu 17-01-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Tim Resmob Polres Cirebon Kota Kejar Komplotan Curanmor, Pelaku Kabur ke Area Tambak
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,10:16 WIB
Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Terkini
Sabtu 14-03-2026,02:30 WIB
Momentum Ramadan, PT TKG Taekwang Cirebon Pererat Silaturahmi dengan Pemerintah dan Pemuda
Sabtu 14-03-2026,02:01 WIB
Arus Mudik 2026 Mulai Terlihat di Pantura Cirebon, Kendaraan dari Jakarta Menuju Jateng Meningkat
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Jumat 13-03-2026,22:00 WIB
Mudik Gratis Jabar 2026 Resmi Diberangkatkan, 74 Bus Antar 3.000 Pemudik
Jumat 13-03-2026,21:07 WIB