AI dan HRW Rilis Citra Satelit JOHANNESBURG - Boko Haram benar-benar membuat Nigeria porak-poranda. Selama enam tahun menebarkan teror di republik Afrika Barat, militan yang menentang keras ajaran Barat itu tidak hanya menciutkan nyali warga lewat serangan mematikan mereka. Tetapi, Boko Haram juga merusak rumah dan properti masyarakat. Kemarin (15/1) Amnesti Internasional (AI) merilis citra satelit yang menunjukkan kerusakan parah di Kota Baga dan Kota Doron Baga di Negara Bagian Borno. Dalam hitungan hari, nyaris tidak ada yang tersisa dari dua kota di bawah cengkeraman Boko Haram tersebut. “Lebih dari 3.700 bangunan rusak atau hancur dan rata dengan tanah,” terang lembaga HAM internasional itu. Dalam gambar yang disebarluaskan media kemarin, terlihat penampakan Baga dan Doron Baga dari angkasa. Berdasar citra satelit pada 2 Januari, tampak jelas ruas jalan, pepohonan, dan bangunan yang berjajar di dua kota di tepi Danau Chad. Pemandangan yang jauh berbeda terlihat pada citra satelit yang bertanggal 7 Januari. Yakni, setelah Boko Haram melancarkan serangannya ke kota-kota tersebut. “Boko Haram mengambil alih pangkalan militer Doron Baga pada 3 Januari dan menewaskan ratusan warga sipil dalam serangan yang berlangsung selama beberapa hari kemudian,” kata seorang saksi mata yang tidak mau menyebutkan namanya. Keterangan yang sama diungkapkan beberapa warga sipil lain. Kepada AI, para saksi mata dan pejabat setempat mengungkapkan bahwa Boko Haram menembaki warga sipil dengan sadis. “Kerusakan yang mereka timbulkan setara dengan dampak bencana, benar-benar parah,” ujar jubir AI. Total, ada 620 bangunan yang rusak parah dan hancur di Baga. Di Doron Baga, jumlah bangunan yang rusak dan rata dengan tanah berkisar 3.100. Selain menghancurleburkan Baga dan Doron Baga, Boko Haram merenggut sekitar 2.000 nyawa warga sipil dalam aksinya pekan lalu tersebut. Selain AI, citra satelit yang menggambarkan kehancuran Baga dan Doron Baga dirilis Human Rights Watch (HRW). Lembaga pengawas HAM yang bermarkas di Kota New York, Negara Bagian New York, Amerika Serikat (AS), itu mengecam aksi Boko Haram tersebut. “Sekitar 11 persen wilayah Baga hancur. Lantas, kehancuran wilayah Doron Baga berkisar 57 persen,” papar HRW. Lebih lanjut, HRW menyatakan, penyebab rusaknya bangunan dan properti warga Baga dan Doron Baga adalah kebakaran. Sangat mungkin, kebakaran itu dipicu tembakan atau bahan peledak milik Boko Haram. “Mereka (militan, red) sengaja membakar bangunan-bangunan tersebut,” klaim HRW. Kerusakan di Doron Baga lebih parah karena kota itu menjadi tuan rumah pangkalan militer. Jika AI dan para saksi mata melaporkan bahwa jumlah korban jiwa di Baga dan Doron Baga menembus angka 2.000. Tidak demikian dengan militer. Kemarin militer Nigeria merilis keterangan yang menyebutkan bahwa jumlah korban tewas berkisar 150 orang. Kabarnya, salah seorang korban tewas adalah perempuan yang sedang melahirkan bayinya. Tetapi, rumor tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya. “Ini merupakan serangan terbesar Boko Haram di Nigeria dan yang paling mematikan,” ungkap AI. Terkait dengan aksi keji Boko Haram terhadap warga sipil itu, AI bakal menyeret kelompok radikal di bawah komando Abubakar Shekau tersebut ke meja hijau. Sebab, penembakan dan pembunuhan warga sipil serta perusakan properti warga yang tidak berdosa merupakan salah satu bentuk kejahatan perang. (AP/AFP/BBC/CNN/hep/c20/ami)
Boko Haram Luluhlantakkan 2 Kota Nigeria
Sabtu 17-01-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,14:41 WIB
Pemudik Jadi Sasaran Debt Collector, Polisi Bertindak Cepat di Cirebon: Aksi Perampasan Digagalkan
Rabu 18-03-2026,05:02 WIB
Siap-siap! One Way Nasional Arus Mudik Dimulai Pukul 12.00 WIB
Rabu 18-03-2026,12:07 WIB
Kecelakaan Beruntun di Simpang Pemuda Cirebon, Pemudik Hamil Luka-luka
Selasa 17-03-2026,21:05 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Petakan 9 Titik Rawan Banjir Jelang Mudik Lebaran 2026
Selasa 17-03-2026,22:04 WIB
Bosscha Ungkap Posisi Hilal 29 Ramadan 1447 H, Peluang Terlihat Sangat Tipis
Terkini
Rabu 18-03-2026,20:01 WIB
Jelang Nyepi dan Idulfitri, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman hingga 11 Bulan
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Rabu 18-03-2026,19:01 WIB
Aksi Humanis Taruna Akpol: Edukasi Pengendara dan Bagi Takjil Gratis
Rabu 18-03-2026,18:32 WIB
Putusan Final BAKI: Gugatan Sutardi Ditolak, KONI Kabupaten Cirebon Sah di Tangan Jigus
Rabu 18-03-2026,18:10 WIB