KUNINGAN - Musim hujan telah mengancam hasil panen petani. Di Kabupaten Kuningan, tercatat sekitar 1.068 hektare lahan pertanian terserang hama. Tapi serangan hama ini hanya sampai pada tahap ancaman dengan level rusak ringan. “Sehingga, tidak akan terlalu merugikan petani,” terang Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP3) Kuningan, Hj Triastami, di kantornya, kemarin. Dari 1.068 hektare, sebanyak 328 hektare diserang hama penggerak batang. Sebanyak 235 hektare diserang hama BLB wereng, 170 hektare oleh hama glass, 185 hektare hama tungro, dan 150 hektare oleh hama walang sangit. Dijelaskannya, hama penggerak batang merupakan hewan sejenis kupu-kupu kecil berwarna putih. Hewan tersebut biasa memakan batang padi. Hama jenis ini tersebar di kawasan pertanian Cidahu, Ciniru, Sindangagung, dan daerah-daerah perbatasan. Hama BLB menyerang daerah Cibingbin dan Kadugede. Hama glass di daerah Ciniru, hama Tungro di Cipicung, dan Walang Sangit di daerah Mandirancan. Masing-masing hama sebenarnya bisa diatasi dengan mudah. Seperti secara manual melalui tangan petani. Jika sudah sulit ditangani sendiri, maka DP3 akan melakukan penyemprotan pestisida di lahan pertanian tersebut. “Penyemprotan pestisida itu jalan terakhir. Bisa diatasi dulu oleh para petani. Toh sebenarnya serangan hama kali ini tidak akan signifikan memengaruhi produksi padi,” jelasnya. Meski tidak begitu membahayakan, hama ini tetap harus segera diatasi. Jika tidak, dikhawatirkan bisa meluas. Sehingga petani bisa rugi besar. Triastami yakin, para petani sudah bisa mengatasi hama ini dengan upaya yang benar. “Insya Allah tidak akan memengaruhi produksi padi,” ucap dia. Tahun 2015, DP3 mematok target peningkatan produktivitas padi sebanyak 15 hingga 20 persen dari tahun sebelumnya. Target ini dianggap rasional karena pihaknya sedang melakukan tiga upaya penunjang produksi. “Ketiga upaya itu adalah perbaikan saluran irigasi, penggunaan teknologi tanam legowo, dan peningkatan bantuan sarana prasarana untuk para petani,” sebut Triastami. (tat)
1.068 Hektare Padi Terserang Hama
Rabu 04-02-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,20:35 WIB
Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia, FAM Minta Maaf, Diungkit Kembali Suporter Indonesia
Jumat 02-10-2026,13:59 WIB
Malaysia Gagal Ke Final, FAM Tuntut Klarifikasi FIFA Soal Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh
Jumat 02-10-2026,14:08 WIB
Prank Paling Dramatis di Grup A, Malaysia Menang Telak tetapi Indonesia Melaju ke Final FIFA Asean Cup 2026
Jumat 02-10-2026,14:00 WIB
Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen, Akademisi Soroti Kualitas SDM dan Kesejahteraan
Jumat 02-10-2026,15:00 WIB
Kenapa Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh Berubah dari 2 Jadi 7 Menit? Ini Penjelasannya!
Terkini
Sabtu 03-10-2026,13:36 WIB
Produksi Sampah Cirebon Capai 1.260 Ton per Hari, TPA Gunung Santri Overload
Sabtu 03-10-2026,13:18 WIB
Haurgeulis Kini Punya Toko Mas Pantes, Hadirkan Emas, Berlian hingga Layanan Buyback
Sabtu 03-10-2026,13:02 WIB
Peringati Harhubnas, Organda Cirebon Gelar Servis dan Ganti Oli Gratis untuk Angkot
Sabtu 03-10-2026,12:50 WIB
Karang Taruna Bersiap Ganti Nahkoda, TKKT VI Digelar 10 Oktober
Sabtu 03-10-2026,12:33 WIB