SMRC: Jika Pilpres Digelar Hari Ini, Prabowo Diprediksi Kalah dari Dedi Mulyadi
Presiden RI, Prabowo Subianto.-Foto: Setpres-radarcirebon.com
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas sejumlah tokoh yang dinilai berpotensi maju pada pemilihan presiden mendatang.
Dalam survei bertajuk "Elektabilitas Calon-Calon Presiden", Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menempati posisi teratas dengan tingkat keterpilihan mencapai 35 persen.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 14,5 persen.
BACA JUGA:Hasil Survei Program MBG 2026: Didukung 65,4% Publik, Ini Catatan Penting Perbaikannya
Berdasarkan hasil survei tersebut, SMRC menyebut Prabowo diperkirakan tidak akan kembali terpilih apabila pemilihan presiden digelar pada saat survei dilakukan dan dirinya kembali maju sebagai calon presiden.
Pernyataan tersebut tertuang dalam rilis resmi SMRC yang telah dikonfirmasi oleh Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad, Rabu 29 Juli 2026.
"Dalam simulasi survei ini, bila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali," demikian isi rilis yang dikonfirmasi Saidiman.
Hasil survei menunjukkan selisih elektabilitas yang cukup signifikan antara Dedi Mulyadi dan Prabowo.
Dedi memperoleh dukungan publik sebesar 35 persen, atau unggul lebih dari dua kali lipat dibandingkan elektabilitas Prabowo yang berada di angka 14,5 persen.
Selain dua nama tersebut, survei juga memotret tingkat keterpilihan sejumlah tokoh nasional lainnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 8,2 persen.
BACA JUGA:Mayoritas Puas, Survei Kepuasan Kinerja Kabinet Merah Putih Tembus 70 Persen
Di bawah Anies, terdapat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh dukungan 7,7 persen, disusul Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 4,9 persen.
Selanjutnya, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencatat elektabilitas sebesar 4,2 persen, sedangkan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD memperoleh 4 persen.
SMRC juga mencatat masih terdapat sejumlah nama lain yang memperoleh elektabilitas di bawah dua persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

