KUNINGAN – Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Cibeureum, Jojo yang memberikan dukungan terhadap dr Toto Taufikurohman Kosim mendapat penjelasan kembali. Kepada Radar, dirinya menegaskan, dukungan tersebut bukan atas nama lembaga, melainkan atas nama pribadi. “Apa yang dimuat di Radar edisi Senin (30/3) terkait saya memberikan dukungan kepada Pak Toto, itu atas nama pribadi, bukan atas nama lembaga PK Cibeureum. Kebetulan saya juga menjabat pula ketua Paguyuban Seni dan ketua Karang Taruna Kecamatan Cibeureum,” kata Jojo, kemarin (31/3). Dia juga menegaskan, dalam hal itu pihaknya tidak melibatkan orang lain. Bahkan dalam menyatakan pendapatnya tersebut, Jojo menyatakan tidak ada paksaan dari siapapun. “Tanpa ada unsur paksaan dari siapapun, baik depan, belakang ataupun samping,” tandas pria yang juga menjabat ketua AMPG Cibeureum itu. Dalam menyikapi dukungan Jojo, salah seorang fungsionaris DPD PG Kuningan, Dadang Saputra menyebutkan jika dilakukan secara pribadi dinilainya sah-sah saja. Namun apabila sudah membawa-bawa PK atau PD, perlu menempuh mekanisme. “Ada mekanismenya jika mengatasnamakan PK, di antaranya perlu digelar rapat PK. Ini hanya sekadar pencerahan saja,” ungkapnya. Adapun pelaksanaan Musda yang dikabarkan April, menurut Dadang, baru sekadar kabar. Menurut politisi yang juga menjabat sekretaris AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) Kuningan itu, surat resminya belum ada. “Termasuk kandidat ketua yang konon katanya banyak, itu juga kan baru kabar. Wong pembukaan pendaftarannya juga belum dibuka. Kan nanti dibuka pendaftaran dulu disamping pembentukan OC dan SC setelah ada kepastian waktu pelaksanaan Musda,” jelas Dadang. Jika ada kader yang berniat untuk mencalonkan, pihaknya berharap agar jangan membuat peta konflik. Apabila ada sesuatu pihaknya meminta agar berkoordinasi dengan pimpinan partai. “Ya kalau ada keinginan dari kader, silahkan komunikasikan ke ketua (Ketua DPD, red). Kita perlu menjaga kondusivitas, apalagi situasi di pusat sekarang seperti ini. Kalau kita di daerah akan mengikuti hasil sidang, tak terpengaruh perpecahan yang penting PG Kuningan tetap solid,” tandasnya. Terkait habisnya periodisasi Ketua DPD PG Kuningan, H Yudi Budiana SH, tidak terlepas dari penjelasan Dadang. Dia membenarkan per Januari 2015, kepengurusan DPD Kuningan memang sudah habis. Tapi kemudian keluar Surat Edaran dari DPP yang menyatakan kepengurusan masih diakui keberadaannya. “Ini sifatnya force majeure sehingga tidak ada dalam AD/ART. Seluruh pengurus DPD se-Indonesia tetap diakui keberadaannya. Kecuali kalau salah satu kubu sudah diakui pemerintah dan melakukan konsolidasi, nanti bisa ada PLT (pelaksana tugas). Dasarnya SE DPP sampai menunggu kejelasan surat resmi,” tukasnya. (ded)
Musda Golkar Belum Pasti
Rabu 01-04-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 09-06-2026,17:17 WIB
Tragis! Pemuda Cirebon Tertemper KA Harina Surabaya-Bandung di Jalur Rel Mundu
Selasa 09-06-2026,18:18 WIB
Sejumlah Wilayah di Kota Cirebon Mati Lampu, Ada Gangguan
Selasa 09-06-2026,02:01 WIB
Kabar Baik! Kuota Haji Indonesia 2027 Acuan Sementara Tetap 221 Ribu Jamaah
Selasa 09-06-2026,09:18 WIB
Bersiaplah Menerima Keberuntungan Terbesar Hari Ini! 3 Shio Diprediksi Panen Rezeki pada 9 Juni 2026
Selasa 09-06-2026,11:30 WIB
Senjata Baru Timnas Bikin Maarten Paes Terkejut! Andrej Kostolansky Jadi Kunci Revolusi Era John Herdman
Terkini
Selasa 09-06-2026,22:02 WIB
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0, Ole Romeny Jadi Pahlawan Kemenangan
Selasa 09-06-2026,20:59 WIB
Babak Pertama Indonesia vs Mozambik: Ole Romeny Bawa Garuda Unggul 1-0
Selasa 09-06-2026,20:34 WIB
Detik-Detik Truk Fuso Hantam Dua Warung di Arjawinangun, Pemilik Warung Tewas Seketika
Selasa 09-06-2026,20:00 WIB
SPMB Jabar 2026 Belum Berakhir, KDM Pastikan Semua Siswa Masih Punya Peluang
Selasa 09-06-2026,19:32 WIB