Dijanjikan SK Terbit Dua Bulan, Korban Dirugikan Rp43 Juta KUNINGAN – Satu demi satu, oknum pegawai negeri yang diduga nyalo bisa mengangkat tenaga honorer menjadi CPNS terbongkar. Setelah dua oknum PNS di Bakesbangpol dan Kantor Kearsipan terungkap, kali ini muncul oknum PNS di lingkup Setda Kuningan yang diduga melakukan perbuatan serupa. Dengan janji mampu meloloskan jadi CPNS, oknum ini meminta korban untuk membayar sejumlah uang. Oknum PNS yang bekerja di lingkup Setda ini berinisial N. Dia dilaporkan oleh korban, DN lewat ormas Gamas (Gerakan Anti Maksiat). Guru SMP berstatus honorer itu tergiur rayuan N untuk menjadi CPNS dengan memberikan uang senilai Rp43 juta. Kemarin (14/4), Gamas yang mengatasnamakan korban melaporkan secara resmi aduan tersebut ke bupati, BKD dan DPRD. Bahkan, ormas ini mendatangi Kantor Radar Kuningan guna menyampaikan keterangan persnya. Sekretaris Gamas, Nanang Subarnas SHut yang datang langsung ditemani saudara korban, Rahmat. “Kejadian ini pada awal Februari 2015. DN dijanjikan oleh N bisa mengurus penerbitan SK PNS dengan membayar sejumlah uang. Awalnya, DN menyerahkan uang Rp20 juta pada tanggal 16 Februari,” sebut Nanang diiyakan Rahmat. Selanjutnya, korban setor dengan nominal beragam. Mulai dari Rp1 juta, Rp9 juta, Rp8 juta dan Rp5 juta, baik setor via bank, setor langsung maupun transfer via rekening suami N. Sehingga ketika ditotalkan mencapai Rp43 juta. “Ini bukti kuitansinya. Ada kuitansi bermaterai, juga ada bukti setoran bank dan transfer via rekening suaminya. Bahkan korban juga menyimpan bukti obrolan via SMS dengan pelaku. Berbagai bukti tersebut kami lampirkan dalam surat aduan ke bupati dan BKD,” ujar Nanang. Berdasarkan janji oknum, pengurusan SK PNS bisa selesai dalam waktu dua bulan. Namun setelah jatuh tempo, pihak korban tidak menerima kabar dari pelaku. Bahkan terkesan sering menghindar dan mengganti nomor ponselnya. “Waktu korban mendatangi rumahnya juga nggak ada, mungkin sudah pindah rumah. Kami sempat mendatangi Setda, keterangan yang kami peroleh pelaku sudah tidak ngantor selama 25 hari,” ungkapnya. Aduan tersebut, menurut Nanang, dilakukan untuk mencegah adanya korban lain selain DN. Pihaknya berharap agar instansi terkait segera mengusut tuntas, hingga memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Kala dikonfirmasikan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuningan, Drs Uca Somantri MSi mengatakan, persoalan tersebut belum tembus ke instansinya. Meski secara lisan informasi terkait hal itu sudah sampai, namun secara tertulis belum diterima. Dari keterangan yang diperolehnya, masalah ini hendak diselesaikan terlebih dulu di unit kerja. “Kalau informasi lisan sih sudah masuk, tapi kalau tertulisnya belum. Mau diselesaikan dulu di unit kerja tempat pelaku ini bekerja. Jadi kita masih menunggu penanganan dari unit kerja di Setda,” ungkapnya. Tak heran jika Uca tidak mengetahui kebenaran dari kasus dugaan tersebut. Termasuk sinyalemen banyaknya korban dari oknum PNS yang bertugas di Setda itu, dia belum mengetahuinya. (ded)
Lagi, Oknum PNS Jadi Calo CPNS
Rabu 15-04-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,20:35 WIB
Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia, FAM Minta Maaf, Diungkit Kembali Suporter Indonesia
Jumat 02-10-2026,21:00 WIB
AI SIRT Segera Hadir, PANDI Siapkan Pusat Respons Insiden dan Abuse Teknologi AI
Jumat 02-10-2026,19:26 WIB
FAM Malaysia Minta FIFA Usut Tuntas Injury Time Indonesia VS Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Ngga Terima?
Jumat 02-10-2026,19:00 WIB
Bertahun-tahun Rusak, Jalan Kalilunyu–Benda Kerep Akhirnya Dibeton, Warga Argasunya Gelar Syukuran
Jumat 02-10-2026,19:27 WIB
Respons John Herdman Tentang Laga Kontroversial Malaysia Kontra Singapura: 'Bagaimana Mungkin Bisa 6-0'
Terkini
Sabtu 03-10-2026,16:00 WIB
Justin Hubner Bela John Herdman yang Kerap Dibandingkan Dengan STY: 'Dia Bekerja Keras, Dia Pelatih Top!'
Sabtu 03-10-2026,15:33 WIB
Knalpot Racing di Jalan Raya Bisa Kena Tilang Rp250 Ribu, Ini Aturannya
Sabtu 03-10-2026,15:08 WIB
Panduan Membeli Mobil Bekas Kijang Innova Diesel, Plusnya Mesin Bandel, Minus Harganya Mahal
Sabtu 03-10-2026,14:35 WIB
Belanja Pegawai Capai 48,45 Persen, Gerindra Minta RAPBD Kuningan Dievaluasi
Sabtu 03-10-2026,14:04 WIB