Daya Motor

Pemkab Cirebon Subsidi Rp15 Juta per Peserta untuk Program Kerja ke Jepang

Pemkab Cirebon Subsidi Rp15 Juta per Peserta untuk Program Kerja ke Jepang

LEPAS PESERTA MAGANG: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg melepas puluhan peserta yang akan mengikuti program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tahun 2026, kemarin. -Deni Hamdani-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM-Peluang bekerja di Jepang kembali dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.

Sebanyak 57 warga Kabupaten Cirebon mengikuti program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tahun 2026.
Para peserta dilepas dalam kegiatan yang digelar Jumat pagi (2/10).

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Cirebon membuka akses kerja sekaligus menekan angka pengangguran.

Program ini juga menyasar masyarakat kurang mampu, termasuk warga yatim. Pemkab Cirebon memberikan subsidi biaya pelatihan bagi peserta yang lolos seleksi.

BACA JUGA:Hadapi Seri Motegi, Pebalap Muda Astra Honda Siap Melesat di IM4AC

Bupati Cirebon Drs H Imron Mag mengatakan, program pelatihan bahasa dan budaya Jepang tersebut merupakan program tahunan yang kini memasuki tahun kedua.

Menurut Imron, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk membuka kesempatan kerja di Jepang.
Para peserta diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru.

“Tujuannya yang pertama mengurangi pengangguran. Kedua, supaya anak-anak ini mendapatkan pemasukan untuk keluarga. Ketiga, untuk pembelajaran,” kata Imron.

Politisi PDIP ini berharap, para peserta dapat mengambil pengalaman positif selama berada di Jepang untuk kemudian diterapkan ketika kembali ke Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA:Saya Tidak Lulus SMA (Seri 4-Habis)

“Yang saya harapkan, anak-anak kita yang ke Jepang mengambil yang bagus-bagus, kemudian diterapkan di kita,” ujarnya.

Minat masyarakat mengikuti program tersebut cukup tinggi. Dari sekitar 1.400 orang yang mendaftar, setelah melalui tahapan seleksi, hanya 57 peserta yang dinyatakan lolos mengikuti program tahun ini.

Imron mengatakan, Pemkab Cirebon memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Ini orang-orang yang tidak mampu, ada juga yang yatim. Ini untuk membantu keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto SSTP MSi mengatakan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait