Padahal Anggaran Rp1,2 M Sudah Terserap Maksimal SUMBER – Pansus I DPRD Kabupaten Cirebon menyayangkan tidak adanya output dari program database kependudukan tahun 2014. Hal tersebut terungkap dalam rapat pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) bupati Cirebon tahun 2014 di Grahdika Purnacaraka, Kamis (23/4). Ketua Pansus I Aan Setiawan SSi mengatakan, target output dari program pemutakhiran database kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) tahun 2014 ternyata nol. Tapi anehnya, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,2 miliar terserap secara maksimal. Tentu saja, hal ini menimbulkan masalah sampai ke ranah hukum. “Kita harus menyikapi kebijakan ini, jangan sampai terulang lagi ke depan dan lebih hati-hati,” katanya kepada Radar. Aan mengaku, program database kependudukan sangat penting. Mengingat Kabupaten Cirebon belum memiliki data yang pasti mengenai jumlah penduduk yang riil. Ada yang mengatakan jumlah penduduk Kabupaten Cirebon sekitar 2,050 juta, ada juga yang menyebut sekitar 2,3 juta dan 2,8 juta. “Kita selama ini hanya mengandalkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik), kalau kemarin program ini jalan. Kita akan tahu berapa sebenarnya jumlah penduduk Kabupaten Cirebon,” ucapnya. Data kependudukan punya pengaruh yang cukup signifikan terhadap indikator makro daerah. Karena dengan data tersebut, publik dapat mengetahui angka-angka penting, misalnya jumlah masyarakat miskin, angkatan kerja dan penduduk berdasarkan jenis kelamin. “Karena ini tidak jalan, akhirnya kacau balau. Ini akan menjadi catatan pansus I dalam menyampaikan rekomendasi pada saat rapat paripurna agar diperbaiki,” beber politisi PDI Perjuangan ini. Diterangkan Aan, pendataan ulang penduduk harus dilakukan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon. “Program ini wajib dan harus ada, karena database penduduk sangat penting,” terangnya. Berkaca pada pengalaman tahun 2014, pengawasan pelaksanaan program ini diperketat. Semua stakeholder, harus dilibatkan termasuk komisi terkait di DPRD. Kemudian, setiap bulan atau triwulan dalam rapat kerja dengan komisi terkait harus senantiasa dievaluasi, sehingga ada pengawasan yang riil dari DPRD. Termasuk transparasi soal daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). “2016 harus diadakan lagi program ini dengan sistem dan formulasi yang mutahir agar tidak ada lagi kebocoran anggaran,” pungkasnya. (jun)
Target Output Database Kependudukan Nol
Jumat 24-04-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,05:08 WIB
Messi-nya Thailand Siap Balas Dendam ke Indonesia di Piala Asia 2027, Chanathip: Layak Diberi Pelajaran
Kamis 08-10-2026,06:10 WIB
Mau Mobil Pertama? Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta yang Tidak Rewel Perawatannya
Kamis 08-10-2026,09:09 WIB
Tipis, Stylish, dan Nyaman Digenggam! Ini 5 Rekomendasi HP yang Cocok Dipakai Seharian
Kamis 08-10-2026,05:33 WIB
John Herdman Bidik Target Besar Usai Bawa Timnas Indonesia Juara! Ranking FIFA Masih Jauh Dari Rekor 1998!
Kamis 08-10-2026,06:35 WIB
Blak-blakan! John Herdman Mau Tambah Pemain Baru, Naturalisasi Kloter 2 Buat Indonesia di Piala Asia 2027
Terkini
Kamis 08-10-2026,19:32 WIB
NasDem Kabupaten Cirebon Gelar Servis Motor dan Ganti Oli Gratis, Ojol Bisa Ikut
Kamis 08-10-2026,19:21 WIB
7 Tanaman Indoor Hias Minimalis untuk Ruangan Sempit, Bikin Rumah Lebih Segar Tanpa Terasa Penuh
Kamis 08-10-2026,19:18 WIB
7 Tanaman Indoor Hias Minimalis Ini Cocok untuk Rumah Kecil, Cantik, Hemat Tempat dan Mudah Dirawat
Kamis 08-10-2026,19:15 WIB
7 Tanaman Indoor Hias Minimalis yang Cocok Ditanam di Rumah, Hemat Tempat dan Tak Makan Ruang
Kamis 08-10-2026,19:00 WIB