KUNINGAN - Jelang Ramadan, aparat gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan CPM melakukan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), semalam. Tapi, diduga bocor, operasi berujung tanpa hasil. Operasi dimulai pukul 19.00. Sasaran utama adalah tempat hiburan karaoke di kawasan wisata Linggajati dan Sangkanurip. Monitoring tempat karaoke untuk memastikan para pengusaha mematuhi Surat Edaran (SE) Bupati Kuningan Nomor 300/233/Pol PP tentang Kegiatan Bulan Suci Ramadan. Dimana, tempat hiburan karaoke dan sejenisnya tidak boleh beraktivitas mulai 16 Juni hingga 19 Juli 2015. Sasaran operasi berikutnya adalah warung-warung yang diduga kuat menjual minuman keras (miras), kos-kosan, dan hotel-hotel kelas melati. “Tidak ada penemuan, semua taat. Begitu tempat hiburan karaoke, semua tutup sesuai aturan. Mereka nggak buka. Kalau terbukti masih buka, kita pasti langsung tutup,” terang Kasatpol PP Kuningan, Deni Hamdani MSi, Rabu (17/6). Saat puasa berjalan, pengawasan terhadap tempat hiburan juga akan terus dilakukannya secara optimal. Ini supaya tidak terjadi pelanggaran. Apalagi, kini partisipasi masyarakat dalam pelaporan sudah terbilang tinggi. “Jika ada tempat hiburan ngeyel, masyarakat pasti melaporkan,” ujar Deni. Selain operasi, Deni juga mengaku telah mengedarkan SE Bupati Kuningan Nomor 300/233/Pol PP tentang Kegiatan Bulan Suci Ramadan. Selain mengatur tutup buka tempat hiburan karaoke dan sejenisnya, yang diharuskan tutup H-2 Ramadan hingga H+2 Idul Fitri, SE juga melarang keras masyarakat meracik, memproduksi, menjual dan menyembunyikan petasan atau mercon. Disamping itu, pengusaha rumah makan, warung nasi dan sejenisnya untuk tidak berjualan selama bulan suci Ramadan mulai pukul 05.00 hingga 16.00. “Kaitan hubungan umat beragama dan antarumat beragama, kami minta agar setiap warga menjaga dan memelihara kerukunan dan toleransi. Sehingga, tercipta suasana aman dan damai,” imbuh Deni. SE bupati, diakui Deni, telah disebarkan sejak tiga hari lalu kepada seluruh pihak terkait sasaran aturan ini. Dia berharap besar semua pihak mematuhi SE tentang kegiatan bulan suci Ramadan itu tanpa kecuali. “Siapapun pengusahanya, kaitan SE ini, kalau melanggar, kami tidak akan segan bertindak tegas. Ini semua demi menghormati bulan suci Ramadan,” katanya. (tat)
Operasi Pekat Diduga Bocor
Kamis 18-06-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 14-03-2026,15:03 WIB
Kecelakaan Tol Cipali Hari Ini, Dua Lakalantas Akibat Sopir Mengantuk
Sabtu 14-03-2026,11:50 WIB
Seminggu Lagi Lebaran, Rumah Warga Suranenggala Kidul Hangus Terbakar
Sabtu 14-03-2026,20:02 WIB
Heboh! Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Trotoar Lampu Merah Rajawali Cirebon
Sabtu 14-03-2026,23:15 WIB
Berkah Lebaran 2026, 20 Mobil Andi Rent Car Majalengka Ludes Disewa Pemudik
Sabtu 14-03-2026,13:31 WIB
Teken Kerja Sama Penguatan SDM Guru
Terkini
Minggu 15-03-2026,06:01 WIB
Dialog Warga Desa Belawa: Pamsimas, Mobil Siaga, hingga Transparansi Titisara Jadi Sorotan
Minggu 15-03-2026,05:01 WIB
Catat! Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 18 Maret
Minggu 15-03-2026,04:04 WIB
Pembatasan Truk Saat Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Pelanggar Terancam Tilang
Minggu 15-03-2026,03:30 WIB
Tiket Kereta Lebaran dari Daop 3 Cirebon Laris Manis, 52 Ribu Kursi Sudah Terjual
Minggu 15-03-2026,03:01 WIB