KUNINGAN - Para pedagang di pasar tradisional mengaku, usaha yang digeluti setiap hari semakin sepi. Penyebabnya adalah konsumen makin menurun karena sering berbelanja ke pasar modern atau swalayan. Konsumen beralasan, dengan berbelanja di swalayan, selain ada diskon, juga bisa sambil berbelanja yang lain. Apabila, situasi ini terus berlanjut sehingga para pedagang tradisional terus merugi. Bahkan satu persatu pedagang bisa gulung tikar. “Sepi karena banyak yang berbelaja ke swalayan. Di sana harganya pun lebih murah. Nyaris semua kebutuhan pokok dijual di swalayan,” ucap Uum, salah seorang pedagang di Pasar Kepuh Kuningan, kemarin (16/6). Menurut dia, harga jual barang seperti telur, misalnya, sangat murah di swalayan. Hal ini bisa terjadi karena mereka membeli ke petani langsung dalam jumlah banyak sehingga harga lebih murah. Sedangkan pedagang di pasar tradisional membeli dalam jumlah terbatas. Dengan kondisi seperti ini, dia selaku pedagang meminta pemerintah untuk melindungi pedagang. Dengan cara mengurangi jumlah swalayan yang ada di Kuningan. Saat ini, lanjut dia, jumlah konsumen semakin berkurang karena swalayan ada dimana-mana. Yang semula membeli mi instan ke pasar, sekarang ke minimarket dan nyaris semua barang ada di sana. Dia mengaku, dengan kondisi seperti ini pedagang merasa dirugikan. Wakil rakyat yang katanya kepanjangan dari warga, kata dia, tidak bisa berbuat banyak. “Pedagang hanya bisa pasrah dan menunggu nasib berpihak kepada kami,” lanjut Uum. Sementara itu, terkait masalah banyak swalayan di Kuningan, Kadisperindag Agus Sadeli MPd melalui Kabid Perdagangan Erwin Erawan SE angkat bicara. Menurutnya, sejak tahun 2014 sudah dilakukan moratorium. Terkait ada beberapa swalayan baru berdiri, kata dia, karena baru dibangun. Sedangkan izinnya sudah sejak lama sehingga tidak ada penambahan. “Dua swalayan yang berada di Jalan Siliwangi memeroleh izin sebelum ada moratorium swalayan, sehingga tidak melanggar,” ucapnya. (mus)
Pedagang Pasar Tradisional Makin Tersingkirkan
Rabu 17-06-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,04:46 WIB
Interior Mewah Desain Elegan, Ngga Perlu Basa-basi Lagi, Ini 10 Rekomendasi Mobil MPV Paling Nyaman 2026
Rabu 29-07-2026,11:00 WIB
Kronologi ASN Kota Cirebon Dipecat Gara-gara Mangkir Kerja
Rabu 29-07-2026,06:01 WIB
Ribuan Kendaraan Padati Cirebon Timur, DPRD Dorong Bus Khusus Karyawan dan Usulankan Flyover
Terkini
Rabu 29-07-2026,22:00 WIB
Karhutla di Majalengka Meluas, BPBD Catat 12 Kebakaran Hanguskan 10,85 Hektare dalam Sepekan
Rabu 29-07-2026,21:01 WIB
Tak Bisa Lagi Andalkan Impor, Mentan Wajibkan Pabrik Gula Bangun Kebun Tebu Sendiri
Rabu 29-07-2026,20:34 WIB
PT TWK Pastikan Material Urugan Proyek Migas Desa Lombang Berasal dari Galian C Berizin
Rabu 29-07-2026,20:02 WIB
BGN Resmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center, Sudaryono Klaim Pengaduan MBG Lebih Mudah
Rabu 29-07-2026,19:34 WIB