Terkait Dugaan Pungli di Pasar Babakan SUMBER - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon membantah adanya pungutan liar (pungli) di Pasar Babakan bagi para pedagang. Disperindag telah melakukan klarifikasi pada berbagai pihak, pungutan itu hanya isu belaka. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon Erry Achmad Husaeri mengatakan, pihaknya sudah mengklarifikasi persoalan yang mencuat di media kepada sejumlah pihak. Setelah dilakukan klarifikasi, informasi pungutan itu ternyata tidak benar. ”Enggak benar itu. Menurut pengakuan mandor pasar, untuk menepati lapak atau los itu nol rupiah,” jelasnya kepada Radar, Selasa (28/7). Namun, jika memang hal itu benar-benar terjadi, Erry meminta para pedagang untuk proaktif melaporkannya pada disperindag. Sehingga disperindag bisa segera mengambil tindakan. “Saya sudah panggil kepala pasarnya, dan hal itu tidak benar. Kalau memang ada oknum yang menarik pungutan, segera laporkan agar kami bisa mengambil tindakan. Karena pungutan ini tidak diperkenankan,” jelasnya. Senada dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, H Prihatna S. Ia juga membantah kabar adanya pungutan tersebut. “Itu tidak benar. Tidak ada petugas kami yang melakukan pungutan. Iuran saja tidak ada, apalagi pungutan liar,” jelasnya. Diberitakan sebelumnya, para pedagang dipungut sebesar Rp15-35 juta untuk bisa mengisi kios ataupun los di Pasar Babakan. Pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon mendengar adanya dugaan pungli di Pasar Babakan pun berang dan meminta pihak terkait untuk bertindak tegas. Sementara itu, anggota Persatuan Alumni (PA) GMNI Cirebon Ujang Kusuma Atmawijaya menyoroti kasus dugaan pungli di Pasar Babakan. Ujang menyatakan, pungli di Pasar Babakan dengan jumlah yang relatif besar sudah termasuk kategori korupsi. Sehingga menurutnya, Bupati Drs H Sunjaya Purwadisastra MM harus turun tangan menyelesaikan masalah pungli di Pasar Babakan hingga tuntas. ”Itu sudah termasuk korupsi. Karena yang seharusnya diberikan gratis secara cuma-cuma untuk pedagang, tapi dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi atau kelompok dengan melakukan pungutan,” tandasnya kepada Radar, Selasa (28/7). Ujang juga meminta Tipikor Polres Cirebon turun tangan menyelidiki kasus ini. “Kalau ini sudah termasuk kategori korupsi maka Tipikor Polres, Inspektorat harus segera turun tangan dan selidiki kasus ini hingga tuntas,” katanya. (kmg /den )
Disperindag Bantah Ada Pungutan
Rabu 29-07-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 07-10-2026,13:20 WIB
Kazakhstan Imbang, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik Lagi! Kini Unggul Tipis
Rabu 07-10-2026,17:04 WIB
Cari HP Estetik? Ini 7 Pilihan dengan Kamera Jernih Favorit Gen Z 2026
Rabu 07-10-2026,16:41 WIB
7 HP Kamera Jernih dan Desain Estetik Favorit Gen Z 2026
Rabu 07-10-2026,10:16 WIB
Daftar Lowongan Kerja BUMN Oktober 2026 yang Masih Dibuka, Cek Posisi dan Syaratnya
Rabu 07-10-2026,13:57 WIB
Respons Mahfud MD Soal Putusan MK Terkait Gugatan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
Terkini
Kamis 08-10-2026,09:09 WIB
Tipis, Stylish, dan Nyaman Digenggam! Ini 5 Rekomendasi HP yang Cocok Dipakai Seharian
Kamis 08-10-2026,09:01 WIB
Simulasi Biaya Perpanjangan STNK Mobil Listrik 2026, Berapa yang Harus Dibayar?
Kamis 08-10-2026,08:53 WIB
Mau Beli Gadget Murah di Promo 10.10? Ini Strategi Berburu Flash Sale agar Tak Salah Beli
Kamis 08-10-2026,08:45 WIB
Diskon Besar Belum Tentu Murah, Ini 5 Kesalahan saat Berburu Flash Sale 10.10
Kamis 08-10-2026,08:34 WIB