CIREBON- Debit air Waduk Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, terus menyusut. Bila hal ini terus terjadi, maka Desa Setupatok terancam krisis air. Bahkan saat ini Waduk Setupatok sudah tak mampu mengaliri sejumlah kecamatan seperti Astanajapura dan Greged. Kuwu Desa Setupatok, M Yusuf mengatakan tahun ini debit air Waduk Setupatok menyusut lebih dini. Bila sebelumnya debit air mulai berkurang pada September atau awal Oktober, kini waduk sudah mulai kering di bulan Agustus. Dirinya khawatir bila kemarau panjang terus terjadi, maka waduk akan kering dan berdampak pada kebutuhan air masyarakat. “Memang masyarakat mengandalkan sumur bor dan sumur gali, tetapi kalau balong Setupatok ini kering, maka sumur-sumur warga untuk kebutuhan sehari-hari juga akan kering,” tuturnya saat dihubungi Radar, kemarin. Setidaknya kondisi waduk Setupatok saat ini bisa membuat kebutuhan air terpenuhi selama satu bulan. Yusuf pun tidak bisa membayangkan bila memang waduk Setupatok sampai kering. “Untuk ini saja petani di sejumlah wilayah sudah putus asa karena tanah mereka kering. Kita juga sudah tidak bisa mengaliri di Astanajapura dan Greged. Bahkan di blok kita paling atas juga sudah tidak bisa teraliri,” katanya. Sementara itu, lokasi waduk Setupatok yang menyusut ini akhirnya dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat pembuatan batu bata dan juga menggembala kambing. Mengingat tak sedikit areal waduk Setupatok yang mengering itu ditumbuhi rerumputan. “Memang yang mengering ini akhirnya dimanfaatkan sebagian warga karena memang ditumbuhi rumput. Ya mereka mencoba mencari nafkah lain,” ujarnya. Pantauan Radar, terdapat beberapa penggembala kambing dan juga sejumlah masyarakat yang membuat batu bata di areal waduk setupatok. Tak sedikit juga masyarakat yang mencoba menangkap ikan di waduk tersebut. Namun sayangnya kondisi air yang keruh akhirnya membuat ikan-ikan yang ada mudah mati. Hal tersebut membuat sekitar waduk terdapat ratusan bangkai ikan. “Belum lagi kalau ada masyarakat yang dapat ikan betik, ya mereka buang begitu saja ikannya karena katanya tidak bisa dijual. Ikannya memang gampang mati belum lagi karena air balong sekarang sudah keruh,” lanjut Yusuf. Sementara itu, salah seorang penggembala kambing, Wadid, mengaku sering memanfaatkan area waduk Setupatok yang mengering untuk memberi makan ternaknya. “Habis hijau di sini, jadi ya sudah karena kering, saya kasih makan saja di sini,” jelasnya. Aktivitas tersebut sudah dilakukan Wadid beberapa pekan terakhir. Karena setiap harinya, kata Wadid, debit air Waduk Setupatok semakin menyusut. “Makin ke sini makin kering, ya sudah akhirnya banyak yang (menggembala) di sini. Nggak cuma saya, yang lain juga banyak,” tuturnya. (kmg)
Makin Susut, Keruh, Ikan Mati
Kamis 13-08-2015,16:53 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,10:08 WIB
HP Terbaru Oktober 2026 Berdatangan, Ada yang Punya Baterai Jumbo dan Kamera 200MP
Selasa 06-10-2026,09:29 WIB
Patungan Rp400 Juta, Warga Cirebon Perbaiki Jalan Rusak yang 18 Tahun Tak Diperbaiki
Selasa 06-10-2026,13:12 WIB
8 HP Android Mulai Ramai Pakai Nama Pro Max, Baterai Jumbo hingga 11.000 mAh dan Kamera 200 MP Jadi Andalan
Selasa 06-10-2026,11:30 WIB
Harga Emas Oktober 2026 Mulai Tertekan, Investor Wajib Pantau 5 Faktor Ini
Selasa 06-10-2026,09:51 WIB
Segini Kisaran Hadiah Buat Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Lebih Besar daripada Piala AFF?
Terkini
Rabu 07-10-2026,05:00 WIB
JNE Dukung UMKM Lokal Lewat Batik Menemani, Promo Ongkir Berlaku hingga Desember 2026
Rabu 07-10-2026,04:59 WIB
Terungkap Strategi John Herdman Pilih 4 Bek Jadi Algojo Penalti hingga Indonesia Juara
Rabu 07-10-2026,04:57 WIB
9 Bulan Latih Timnas Indonesia, John Herdman Persembahkan Gelar Juara, Pecahkan Rekor STY dan Kluivert
Rabu 07-10-2026,04:01 WIB
JW Home Boutique Hotel Cirebon Tebar Promo Weekday Flash Deal, Menginap Mulai Rp430 Ribu
Rabu 07-10-2026,03:13 WIB