KUNINGAN - Dua sekolah binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kuningan dinilai oleh Tim BNN Provinsi Jawa Barat, Kamis (13/8, dalam kompetisi ASBN (Aksi Sekolah Bebas Narkoba). Kedua sekolah itu adalah SMKN Japara dan SMAN 3 Kuningan. Tim penguji Provinsi Jabar terdiri dari Kabid Rehabilitasi BNNP Jawa Barat, Kabid Kesra BKPP wilayah Cirebon, serta Kasubid Dikmenti Disdik Jawa Barat. Kedua sekolah tersebut dinilai karena sangat serius dalam menjalankan visi misi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di sekolah. Keseriusannya, bahkan juga sudah tampak sebelum kompetisi ASBN diadakan oleh BNN Provinsi Jabar. Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat, Tri Wahyu Astuti menyebut, ASBN memiliki enam komponen penilaian. Di antaranya pembentukan panitia ASBN tingkat sekolah, penyelenggaraan kegiatan preventif dan promotif, pembentukan kader/satgas anti narkoba, pelatihan kader/satgas anti narkoba, kebijakan P4GN di lingkungan sekolah, dan kreativitas branding anti narkoba. “Jika sekolah mampu memenuhi keenam elemen tersebut akan masuk menjadi nominasi pemenang sewilayah III Cirebon. Setelah lolos akan dilombakan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat,” terangnya. Kepala BNN Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen SStp MSi mengakui, selain SMA Negeri 3 Kuningan dan SMK Japara, pihaknya juga membina dua sekolah lain di Kabupaten Majalengka. Yaitu SMA Negeri 1 Kasokandel dan SMA Negeri 1 Sukahaji. “Dari Kompetisi ASBN, diharapkan menjadi motivasi sekolah-sekolah lain. Tentu agar turut aktif untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di sekolahnya masing-masing,” ungkap dia. Dibeberkan, sesuai data BNN penyalahguna narkoba tingkat pelajar sudah tinggi. Dari keseluruhan penyalahguna, 22 persen menjangkiti pelajar. Semakin muda seseorang terkena narkoba, kemauan untuk mengikuti rehabilitasi juga minim. Sebab, racun-racun narkoba sudah menempel di syaraf pusat otak yang seharusnya berkembang baik dalam masa pertumbuhan. “Tapi karena konsumsi narkoba pertumbuhan otaknya jadi terhenti. Akibatnya jika tidak segera melakukan rehabilitasi berakibat masa depan suram, cacat permanen, bahkan mati sia-sia di usia masih muda,” tandasnya. (tat)
22 Persen Pelajar Terjangkit Narkoba
Jumat 14-08-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 12-06-2026,09:34 WIB
Cara Nonton Piala Dunia 2026 Live Streaming dan TV Digital, Gratis Lewat TVRI
Jumat 12-06-2026,12:30 WIB
Efek Sekolah Maung, SMA Telkom Sekar Kemuning Cirebon Langsung Pecah Rekor Pendaftar
Jumat 12-06-2026,10:10 WIB
10 Rekomendasi HP Terbaik Kelas Menengah Juni 2026, Spek Gahar Harga Rp5-6 Jutaan
Jumat 12-06-2026,09:00 WIB
8 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta Setara Avanza dan Xenia, Cocok untuk Keluarga
Jumat 12-06-2026,11:39 WIB
Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026 Korea vs Ceko: Taegeuk Warriors Bangkit dan Tempel Ketat Meksiko
Terkini
Sabtu 13-06-2026,07:00 WIB
Resmi Dikukuhkan, Aspanji Kabupaten Cirebon Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah Daerah
Sabtu 13-06-2026,06:02 WIB
Dari Belajar Huruf hingga Siap Kerja di Pabrik, Ini Keunggulan SLB B YPLB Majalengka
Sabtu 13-06-2026,05:02 WIB
Tunjangan DPRD Kuningan Belum Cair 5 Bulan, Kajian Independen Ungkap Nominal yang Diusulkan
Sabtu 13-06-2026,04:00 WIB
Bertemu AHY, Bupati Eman Bawa Aspirasi Strategis Majalengka untuk Infrastruktur dan Kertajati
Sabtu 13-06-2026,02:01 WIB