Harus Bersikap Netral dalam Pilkada KANDANGHAUR– Menjelang tahapan kampanye Pilkada Indramayu, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) gencar mengingatkan aparatur negara untuk bersikap netral. Ini dilakukan agar pemilihan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Indramayu 2015 berjalan demokratis, berkualitas dan bermartabat. Seperti yang dilakukan Panwaslucam Kandanghaur. Mereka mengingatkan agar PNS, TNI dan Polri untuk bersikap netral. “Termasuk kuwu dan perangkat desa juga harus netral. Tidak terlibat dalam kegiatan kampanye selama pilkada,” kata ketua Panwaslucam Kandanghaur, Tyo Taryo kepada Radar, Kamis (27/8). Pemberitahuan secara tertulis melalui surat, ungkap Tyo, pihaknya sudah menyebarkannya kepada sejumlah instansi ditingkat kecamatan. Untuk mempertegas, dilampirkan beberapa peraturan dan perundang-undangan yang mengatur netralitas PNS maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Diantaranya cuplikan UU 5/2014 tentang ASN serta surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Dalam pemberitahuan itu, sebagai abdi negara mereka diharapkan tidak memiliki keperpihakan, sebelum, selama dan sesudah pemilihan berlangsung. Serta tidak menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. Apalagi menggunakan keputusan atau tindakan yang bisa merugikan calon. \"Apabila seorang PNS tak mengindahkan hal tersebut, maka akan dikenakan sanksi atau dijatuhi hukuman berupa disiplin atau pidana sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan,\" jelasnya. Selain melalui surat pemberitahuan, Tyo menegaskan, pengawasan dalam pelaksanaan Pilkada kali ini dipastikan lebih ketat. Sebab sekarang ada pengawas pemilu hingga ke tempat pemungutan suara (TPS). Pihaknya juga meminta semua elemen masyarakat untuk ikut mengawasi penyelenggaraan Pilkada mulai dari tahapan persiapan, sosialisasi, kampanye, pencoblosan hingga penghitungan suara. Sejalan dengan itu, Panwaslucam akan memaksimalkan beberapa hal seperti peningkatan kepedulian masyarakat (public awareness), yakni kepedulian untuk melapor apabila terdapat pelanggaran, atau bersama-sama mencegah pelanggaran. “Dalam pelaksaan Pilkada ini, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, selain agar terlindungnya hak politik warga, juga memastikan terwujudnya pemilihan yang bersih, transparan, dan berintegritas dari sisi penyelengara dan penyelenggaraan. Terpenting lagi adalah upaya ini untuk mewujudkan kondusifitas daerah selama penyelenggaraan Pilkada,” terang Tyo Taryo. (kho)
Panwaslucam Ingatkan Kuwu
Sabtu 29-08-2015,20:50 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,08:34 WIB
Bukan Curang! Kronologi Timnas Indonesia VS Bangladesh yang Dapat Tambahan Injury Time dari 2 Sampai 7 Menit
Jumat 02-10-2026,07:26 WIB
Jujur Janggal? Sekjen PSSI Sebut Ada Konspirasi Dibalik Hasil Malaysia VS Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
Jumat 02-10-2026,10:07 WIB
Malaysia Belum Puas, FAM Ngadu ke FIFA soal Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh
Jumat 02-10-2026,12:00 WIB
Nasabah CSI Mulai Dihimpun Lagi, Ada Dana Lebih dari Rp20 Miliar yang Dipersoalkan
Jumat 02-10-2026,11:11 WIB
Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)
Terkini
Jumat 02-10-2026,23:55 WIB
Inilah 7 Tanaman Minimalis Indoor Hias yang Cocok Ditanam di Rumah dan Hemat Tempat
Jumat 02-10-2026,23:49 WIB
6 Tanaman Minimalis Indoor Hias yang Tidak Makan Banyak Ruang, Cocok untuk Rumah Kecil, Pas untuk Pemula
Jumat 02-10-2026,23:40 WIB
Pilihan 5 Tanaman Minimalis Indoor Hias yang Hemat Tempat dan Cocok untuk Rumah Modern, Cek Disini
Jumat 02-10-2026,22:00 WIB
Pembangunan Pusat Data AI di Jatiluhur Dihentikan Dedi Mulyadi, Ini Alasannya
Jumat 02-10-2026,21:00 WIB