MAJALENGKA - Ketua Komisi D DPRD Majalengka dr Hamdi mengatakan para petugas yang mencatat data kemiskinan dinilai kurang memahami aspek data. Hal itu terungkap dalam rapat bersama instansi terkait serta komisi D beberapa hari yang lalu. “Mungkin ini terpengaruh dengan hasil yang di Jakarta. Sehingg petugas kurang memahami betul soal aspek data. Memang mereka itu benar, namun karena ketidakpaham ini menjadikan data kemiskinan di berbagai daerah kerap tidak akurat,” katanya kepada Radar, Sabtu (29/8). Ketika ditanya soal tidak validnya data kemiskinan khususnya di Majalengka, mereka tidak bisa menjelaskan atau akibat tumpang tindihnya organisasi seperti seringnya pergantian petugas pencatat data. Terbukti program penanggulangan kemiskinan kurang berjalan baik, karena pengertian dasar tidak dipahami oleh para petugas. “Solusinya eksekutif dan legislatif harus menghadirkan dan memanggil kembali Tim Nasional Penanggulangan Penurunan Kemiskinan (TNP2K). Mereka harus lebih menyosialisasikan kepada instansi terkait khususnya masyarakat di sejumlah daerah khususnya Majalengka ini,” tegasnya. Ketua DPC PKB ini menyebutkan, angka kemiskinan di Majalengka sendiri berdasarkan data mencapai 14 persen. Padahal ini berbeda dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu sudah menurun atau mencapai 12 persen. Namun masyarakat kota angin yang beresiko miskin cukup tinggi sampai 40 persen. “Beberapa waktu lalu kami bertolak ke Jakarta untuk mengetahui statistiknya. Para petugas harus benar orang proporsional dan memahami dari berbagai aspek data, ketika menjelaskan dan menyosialisasikan kepada setiap instansi,” tandasnya. (ono)
40% Masyarakat Beresiko Miskin
Senin 31-08-2015,14:33 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 25-09-2026,14:00 WIB
Tagihan Air Tiba-tiba Rp2 Juta, Warga Cirebon Mengadu, DPRD Siapkan RDP
Jumat 25-09-2026,16:40 WIB
Korban Penusukan di Sutawinangun Meninggal, Polisi Siapkan Pasal Penganiayaan Berat
Jumat 25-09-2026,15:34 WIB
Minibus dan Truk Tronton Terbakar di SPBU Tulungagung Indramayu
Jumat 25-09-2026,11:30 WIB
Pemkab Cirebon Kekurangan 2.000 Pegawai, Rekrutmen CPNS Terkendala Fiskal
Jumat 25-09-2026,15:30 WIB
Ngeri! Tersangka Kasus Video Sesama Jenis Cirebon Ngaku HIV
Terkini
Sabtu 26-09-2026,10:00 WIB
Fahmi Basam Pertahankan Gelar Juara Nasional Sport 150cc, Yamaha Bidik Titel Berikutnya di Seri Pamungkas
Sabtu 26-09-2026,09:36 WIB
Santri Al Hikmah Raih Perak Olimpiade Sains Nasional
Sabtu 26-09-2026,09:12 WIB
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Seni dan Budaya
Sabtu 26-09-2026,09:00 WIB
Pemerintah Pusat Bakal Gratiskan Kuliah di PTN,UGJ Dorong Pemerintah Beri Perhatian Lebih pada PTS
Sabtu 26-09-2026,08:21 WIB