KEMARAU yang berkepanjangan menyebabkan banyak petani di Kabupaten Cirebon tidak bisa menggarap lahan pesawahan mereka, akibat minimnya sumber air. Untuk mempertahankan hidup, para petani ini terpaksa harus memutar otak mencari sumber penghasilan alternatif. Salah satunya, dengan beralih profesi menjadi perajin batu bata. Profesi musiman yang biasa dijalani saat musim kemarau ini, dilakoni sejumlah petani di Desa/Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. ”Kalau menganggur, anak dan istri saya makan apa. Untuk menyambung hidup, sementara saya terpaksa alih profesi bikin batu bata di lahan ini. Selain pembuatannya mudah dan cepat kering karena musim kemarau, harganyapun sekarang ini lagi mahal,” ujar Bapi salah satu petani kepada Radar Cirebon, Jumat (4/9) lalu. Setiap harinya, Bapi mampu mencetak (memproduksi,red) minimal 500 buah batu bata. Namun, batu bata ini tidak bisa serta merta dijual, karena membutuhkan sejumlah proses hingga bisa dijual. Mulai dari proses pengolahan bahan, pencetakan, pengeringan, dan pembakaran. Proses paling lama biasanya di tahap pengeringan dan pembakaran. “Pengeringan sedikitnya butuh waktu 3 hingga 5 hari. Yang paling lama itu pembakaran, butuh waktu seminggu sampai batu batanya keras. Harganya sekarang Rp 300 ribu per 500 bata mentah dalam kondisi belum di bakar. Sehingga tidak sedikit dari para petani di desa ini banyak yang beralih membuat batu bata dari pada lahanya kering tidak difungsikan,” ucapnya. Hal senada dikatakan Sudirja. Petani asal Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon ini pun terpaksa beralih profesi menjadi perajin batu bata karena sawahnya kekeringan. “Sawah saya sudah sulit diairi karena jaraknya jauh dengan sungai. Karena kering, saya lebih memilih bikin buat bata yang tanahnya dari sawah saya. Sehari bisa membuat 500 sampai 1000 bata. Setelah mencapai 10 ribu bata lalu dibakar untuk dijual,” tuturnya. (arn)
Alih Profesi Jadi Perajin Batu Bata
Minggu 06-09-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Sabtu 21-03-2026,22:01 WIB
Arus Mudik Lokal Diprediksi Membludak H+1 Lebaran, Polisi Siapkan Strategi
Minggu 22-03-2026,10:56 WIB
Wisata Cirebon Terbaru! Museum AI Lotus Sajikan Sejarah Pangeran Matangaji dengan Visual Modern
Minggu 22-03-2026,08:18 WIB
HP Dicuri Pagi di Sutawinangun, Malamnya Kapolsek Kedawung Serahkan Kepada Korban
Minggu 22-03-2026,08:28 WIB
Momen Mudik Artis Olivia Jensen di Cirebon, Kunjungi Keraton Kacirebonan dan Keluarga
Terkini
Minggu 22-03-2026,21:00 WIB
Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Gaming agar Tidak Overbudget
Minggu 22-03-2026,20:00 WIB
Strategi Prabowo: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat, Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Minggu 22-03-2026,19:34 WIB
Tunjangan Guru Skema Baru 2026 Cair Bulanan, Lebih Pasti dan Bikin Tenang
Minggu 22-03-2026,19:23 WIB
Prabowo Soal Perjanjian Tarif AS: Investasi Asing Boleh Masuk, Hilirisasi Wajib
Minggu 22-03-2026,19:14 WIB