Pelebaran Jalan Alternatif Sumberjaya-Ligung MAJALENGKA – Pelebaran jalur alternatif Sumberjaya-Ligung yang mulai dilakukan sejak bulan lalu, membutuhkan anggaran fantastis mencapai Rp60 miliar. Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) H Dedi Rahmadi SSos menjelaskan, pelebaran jalur alternatif milik Pemda Majalengka di beberapa titik mulai dilaksanakan seiring dengan percepatan infrastruktur guna mendukung Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). “Sebelumnya jalur Tonjong-Jatiwangi sudah lebih dulu dilakukan pelebaran. Beberapa minggu yang lalu giliran ruas jalan Sumberjaya menuju Ligung via Desa Lojikobong dan Bantarwaru,” jelasnya kemarin (2/11). Menurut Dedi, perbaikan serta perubahan kondisi jalan merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mendukung percepatan infrastruktur dan perekonomian. Pasalnya, jalan merupakan faktor utama dalam kemajuan suatu perekonomian di setiap daerah. Sehingga pihaknya terus menggenjot sarana yang baik dan menciptakan infrastruktur yang layak bagi kota angin. Mantan kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (PSDAPE) Majalengka ini, kehadiran BIJB di Kertajati tentu harus disiati khususnya beberapa infrastruktur pendukung. Majalengka tidak ingin menjadi daerah penonton seperti beberapa wilayah yang sudah lebih dulu memiliki bandara. “Untuk pelebaran ruas jalan Ligung-Sumberjaya nantinya lebar jalan tersebut menjadi 9 meter. Sedangkan panjang jalan yang akan diperlebar mencapai 12 kilometer mulai Sumberjaya sampai Ligung,” terang Dedi. Kepala Bidang Bina Marga Ruchyana menambahkan, perbaikan serta pelebaran jalan Sumberjaya menuju Ligung melewati beberapa desa. Diantaranya Desa Bongas Kulon, Bongas Wetan, Pancaksuji, dan Lojikobong di Kecamatan Sumberjaya. Sedangkan di Kecamatan Ligung melewati Desa Leuweunghapit, Bantarwaru, Ligung dan Ligung Lor. Kedepan, jalur tersebut akan dapat dilewati kendaraan besar seperti bus yang akan menuju bandara di Kertajati. “Untuk merealisasikan sarana jalan pendukung BIJB Sumberjaya-Ligung ini, pemerintah membutuhkan anggaran mencapai sekitar Rp60 miliar. Biaya pembangunan infrastruktur ini bersumber dari APBN, APBD Provinsi serta APBD Majalengka,” imbuhnya. (ono)
12 Kilometer = Rp60 Miliar
Selasa 03-11-2015,19:29 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 28-05-2026,02:00 WIB
Timnas Spanyol Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Generasi Emas La Roja Siap Menggila
Kamis 28-05-2026,07:04 WIB
Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Ungkap Dampak Siklon Tropis Jangmi di Indonesia
Rabu 27-05-2026,21:08 WIB
Skuad Resmi Belanda untuk Piala Dunia 2026 Dirilis, Koeman Bawa Banyak Nama Tak Terduga
Rabu 27-05-2026,20:14 WIB
Bojan Hodak Resmi Tinggalkan Kursi Pelatih Persib, Ini Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
Kamis 28-05-2026,12:29 WIB
Bocoran Infinix Hot 70 Pro Plus Bikin Geger, HP Rp3 Jutaan dengan Desain Flagship dan Layar 144Hz
Terkini
Kamis 28-05-2026,19:34 WIB
Ribuan Warga Serbu Pembagian Daging Kurban Padepokan Anti Galau Cirebon
Kamis 28-05-2026,19:01 WIB
BCA Syariah Salurkan Hewan Kurban di 16 Kota, Gandeng 11 LAZ Nasional
Kamis 28-05-2026,18:29 WIB
Herman Khaeron dan Ratnawati Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Pasaleman, H Agus: Alhamdulillah
Kamis 28-05-2026,18:08 WIB
SMA Al-Azhar 5 Cirebon Gelar Penyembelihan Hewan Kurban
Kamis 28-05-2026,17:34 WIB