SUMBER – Ratusan kepala desa se-Kabupaten Cirebon mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon. Mereka datang untuk melakukan audiensi terkait pelayanan KTP, Kartu Keluarga (KK) dan akte lahir yang dianggap buruk. “Kita semua mengeluh pelayanan Disdukcapil, pembuatan KK, KTP dan akte lahir harus menempuh proses yang cukup lama. Alasannya klasik, mulai dari listrik yang kerap mati, sinyal internet lemot, blangko KTP kosong, alat pencetak tidak memadai dan lain sebagainya,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Moh Yusuf MPd, kemarin (3/11). Bahkan, masih banyak calo KTP, KK dan akte lahir yang bergentayangan. Baik di tingkat kecamatan sampai dengan pelosok desa. Tentu saja, mereka menjanjikan pembuatan dokumen kependudukan secara cepat dengan biaya yang sangat tinggi. “Kami lihat, Disdukcapil belum bisa mengatasi persoalan ini,” beber Kuwu Desa Setupatok Kecamatan Mundu ini. Dia menegaskan jika Disdukcapil Kabupaten Cirebon tidak mampu mengatasi persoalan ini, para kuwu se-Kabupaten Cirebon siap memberikan bantuan pendanaan kepada dinas yang dipimpin oleh Drs H Moch Syafrudin ini. Sebab, selama ini kuwu yang senantiasa menjadi pihak tertanggung bila ada masyarakat yang mengeluh soal pelayanan tersebut. “Kalau memang diperlukan, para kuwu siap patungan untuk memecahkan masalah ini. Itupun, jika bupatinya tidak malu,” tegasnya usai audiensi dengan Disdukcapil. Menanggapi keluhan para kuwu, Kadisdukcapil Kabupaten Cirebon, Drs H Moch Syafrudin mengucapkan terima kasih atas masukan yang disampaikan oleh pemerintah desa. Tentu, masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi atas capaian kinerja yang tengah dilakukan oleh dinas yang dipimpinnya. “Saya kira ini masukan yang sangat bagus, ini akan menjadi poin penting kami dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya. Meski demikian, pihaknya tidak menampik jika sampai dengan saat ini masih banyak oknum yang memanfaatkan pembuatan KTP, KK dan akte lahir sebagai mata pencaharian sampingan. Tapi, sudah beberapa kali ditegaskan, jika pelayanan pembuatan KTP yang diurus langsung oleh pihak yang bersangkutan tidak berbiaya alias gratis. “Jika masyarakat itu bikin sendiri, saya jamin gratis,” tegasnya. Dia mengaku, pelayanan yang diberikan Disdukcapil kepada masyarakat sudah sangat optimal. Meski memang keterbatasan selalu menghantui seperti keterbatasan personel. Namun hal itu diakui Syafrudin bukanlah menjadi alasan terhambatnya pelayanan. Ia menjelaskan, ada beberapa kebijakan yang bukan ditangani langsung oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon. Misalnya pembuatan blanko KTP, jaringan sistem pembuatan KTP dan beberapa aturan yang ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Walau demikian, untuk pencetakan KTP, setiap hari Kabupaten Cirebon mampu mencetak 800 keping, sementara daerah lain hanya mampu 500 keping perhari. “Kami maklumi keluhan itu, tapi prinsipnya kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (jun)
Kuwu Anggap Pelayanan KTP dan KK Buruk
Rabu 04-11-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,02:03 WIB
Timnas Indonesia Naik Ranking FIFA, Siap Hadapi FIFA Series 2026 dengan Skuad Solid
Selasa 24-03-2026,15:45 WIB
Puncak Arus Balik 2026: Kuningan-Cirebon Macet, Waktu Tempuh 3 Jam
Selasa 24-03-2026,04:01 WIB
Hindari Macet Saat Arus Balik, Kemenhub Minta Pemudik Atur Jadwal Pulang
Selasa 24-03-2026,06:07 WIB
ASEAN Bersinar! Indonesia, Vietnam, dan Singapura Lolos ke Piala Asia 2027
Selasa 24-03-2026,05:02 WIB
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Mahmoud Abbas hingga Erdogan, Ini Pesan Pentingnya
Terkini
Selasa 24-03-2026,22:00 WIB
Janji Normalisasi Irigasi Tak Kunjung Terealisasi, Warga Cibogo Cirebon Geram
Selasa 24-03-2026,21:01 WIB
Bangga Masuk Skuad Garuda di FIFA Series 2026, Beckham Putra Siap Buktikan Kualitas
Selasa 24-03-2026,20:46 WIB
WFA 25-27 Maret 2026 Berlaku, Ini Ketentuan Lengkap untuk Karyawan Swasta
Selasa 24-03-2026,20:18 WIB
Arus Balik Tol Cipali Naik 88 Persen, Malam Ini 87 Ribu Kendaraan Mengarah ke Jakarta
Selasa 24-03-2026,20:01 WIB