Masih Ada yang Digaji Rp500 Ribu Per Bulan KUNINGAN - Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kuningan untuk tahun 2016 sudah ditetapkan, yakni Rp1.364.760. Keputusaan ini disambut positif oleh tenaga kerja yang ada di Kota Kuda karena kenaikan tersebut sangat ditunggu-tunggu seiring dengan harga kebutuhan yang kerap naik. “Pastinya senang ada kenaikan. Saya harap pernyataan Pak Dadang (Kadinsosnaker Kuningan Drs H Dadang Supardan MPd, red) dipatuhi oleh perusahaan. Sebab, selama ini masih ada yang belum mematuhinya,” ucap Dani Ramdani, salah seorang karyawan kepada Radar, kemarin (15/11). Selama ini, kata dia, untuk memenuhi kesepakatan besaran UMK, banyak alasan yang diutarakan oleh perusahan, padahal jelas-jelas UMK naik. Pada posisi ini, pekerja tidak bisa berbuat banyak karena butuh pekerjaan. Ayah satu anak ini menyebut tidak heran ketika perusahaan melanggar hasil rapat pleno UMK. Oleh sebab itu, maka gaji karyawan pun banyak yang tidak sesuai UMK. Dikatakan dia, di toko-toko, para karayawan masih ada yang digaji Rp500 ribu hingga Rp750 ribu. Mereka tidak bisa berontak karena butuh pekerjaan. Situasi ini sudah terjadi sejak lama. “Kalau saya inginnya gaji minimal 1,2 juta Rupiah meski tidak sesuai UMK. Minimal dengan segitu masih bisa dicukup-cukupin. Saya juga minta pihak Dinsosnaker sering terjun memeriksa ke setiap perusahaan,” jelas Dani. Seperti diketahui, hasil rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Kuningan dilakukan di Aula Rapat Purbawisesa Dinsosnaker Kuningan, Jumat pekan lalu (13/11). Hasilnya, UMK disepkati Rp1.364.760. Penetapan UMK tahun 2016 mengacu kepada PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan pasal 44 ayat 2, beserta penjelasan pasal 45 ayat 1, pasal 46 ayat 2 dan pasal 47 ayat 3. Selain itu, acuan UMK juga harus mengacu pada data tingkat inflasi nasional sebesar 6,83 persen dan pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 4,67 persen. Untuk perhitungannya, penetapan UMK adalah upah minimum tahun berjalan ditambah upah minimun tahun berjalan dikalikan laju inflasi dan PDB (produk domestic bruto). “Angka sebesar ini sudah sesuai dengan prediksi awal kami. Sebab, kami sebelumnya sudah melakukan perhitungan matang,” ucap Dadang, kadinsosnaker Kuningan. Angka tersebut berdasarkan penjumlah upah tahun berjalan atau UMK tahun 2015 sebesar Rp1.224.000 ditambah dengan UMK tahun 2015 dikali laju inflasi dan PDB. Atau secara perhitungan adalah 1.224.000 + (1.224.000 x 11,50 %) = 1.364.760. UMK sebesar itu, kata dia, juga sesuai dengan penetapkan UMP (Upah Minimun Provinsi) sebesar Rp1.312.355 oleh gubernur. Apabila diperbandingan antara UMP dengan UMK, maka terjadi selisih Rp52.760 atau dengan kata lain ada kenaikan. Sementara itu, besaran KHL (komponem hidup layak) sendiri sebesar Rp1.376.588. sehingga ada perbedaan dengan UMK. Namun pada tahun 2016 penentuan UMK tidak berdasarkan KHL. (mus)
Penetapan UMK Cuma Formalitas?
Senin 16-11-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 03-10-2026,16:31 WIB
Tiga Anak Terjebak di Rumah Saat Kebakaran di Cirebon, Bocah 3 Tahun Dievakuasi Damkar
Sabtu 03-10-2026,14:04 WIB
Pemkab Cirebon Subsidi Rp15 Juta per Peserta untuk Program Kerja ke Jepang
Sabtu 03-10-2026,15:08 WIB
Panduan Membeli Mobil Bekas Kijang Innova Diesel, Plusnya Mesin Bandel, Minus Harganya Mahal
Sabtu 03-10-2026,20:32 WIB
Update Medali Asian Games 2026: Indonesia Naik, Koleksi 38 Medali
Sabtu 03-10-2026,12:07 WIB
Mengenal Weton dan Watak Manusia dalam Tradisi Jawa, Sekadar Mitos atau Budaya?
Terkini
Minggu 04-10-2026,11:08 WIB
Kulit Wajah Kusam? Kenali Manfaat Tomat dan Kandungan Alaminya untuk Kulit
Minggu 04-10-2026,10:40 WIB
Dua Gempa Guncang Sumba dan Aceh dalam Selang 42 Menit, Begini Penjelasan Ahli
Minggu 04-10-2026,10:35 WIB
7 Fakta Menarik Mitchell Baker Pencetak 5 Gol Saat Indonesia Lawan Bangladesh, Bisa Main Piano!
Minggu 04-10-2026,10:07 WIB
Dampak El Nino Godzilla, Air Waduk Jatigede Surut
Minggu 04-10-2026,10:00 WIB