GEGESIK-Keluarga Jumira (62), warga Desa Jagapura Wetan Kecamatan Gegesik puluhan tahun hidup di rumah tidak layak huni. Bilik bambu yang beralaskan tanah menjadi tempat Jumira dan keluarga berlindung dari sengatan matahari dan dinginnya malam. Bilik dan atap bambu yang bolong sana-sini menjadi ‘hiasan’ di rumah Jumira. Kalau hujan, air hujan langsung masuk ke rumah. Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya penerangan. Saat didatangi di kediamannya, Jumira hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada. Pasalnya, selama ini belum ada bantuan yang diterimanya dari pemerintah desa ataupun pemerintah daerah. Bahkan pendataan dari pemerintah desa belum dilakukan. Jumira sempat meminta bantuan perangkat desa untuk mendata rumahnya. Hanya saja, perangkat desa itu tidak menindaklanjutinya. “Saya tidak mengerti, sampai sekarang perangkat desa tidak ada yang datang untuk mendata rumah saya yan kapan saja bisa ambruk,” jelasnya. Selain tak pernah mendapat bantuan rutilahu, ia juga tidak bisa menikmati lampu penerangan di rumahnya. Sepintas, terlihat memang rumah miliknya terpasang listrik. Namun listrik itu tidak nyala, karena ketika ingin listrik itu mengalir, ia harus membayar Rp250 ribu ke perangkat desa. “Awalnya saya sempat senang ada program listrik gratis dan rumah saya sudah dipasang. Tapi ternyata rumah saya tidak kunjung nyala karena diwajibkan bayar Rp250 ribu ke perangkat desa. Katanya untuk transport PLN,” jelasnya. Senada, Oyi (58) yang merupakan tetangga Jumari juga mendapatkan listrik gratis. Hanya saja untuk aktivasi, ia harus membayar Rp250 ribu. “Boro-boro buat baya, untuk makan saja kami masih kekurangan. Apalagi kondisi rumah juga hampir roboh,” ujarnya. Sementara salah satu tokoh masyarakat H Abdullah meminta pemerintah daerah untuk menegaskan pada pemerintah desa dan petugas PLN, untuk tidak melakukan pungutan terhadap warga yang tidak mampu. “Harusnya pemerintah daerah memperjuangkan warganya untuk mendapatkan aliran listrik, jangan malah melakukan pungutan yang begitu besar,” katanya. (arn)
Puluhan Tahun Warga Gegesik Ini Hidup di Rutilahu
Kamis 17-03-2016,09:08 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-03-2026,19:32 WIB
Tol Cipali Landai Sore Ini, 54 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta di Tengah Hujan
Sabtu 28-03-2026,21:02 WIB
Libur Lebaran 2026, IKN Diserbu Wisatawan: UMKM Raup Omzet Fantastis
Sabtu 28-03-2026,18:04 WIB
PPC Gelar Pameran Lukisan Nasional Perdana 2026 di Grage Mall Cirebon
Sabtu 28-03-2026,21:37 WIB
Kebakaran Rumah di Kejuden Cirebon, Kerugian Capai Rp50 Juta, Ini Penyebabnya
Minggu 29-03-2026,04:01 WIB
Resmi! Jadwal Indonesia vs Bulgaria di SUGBK, Tiket Mulai Rp250 Ribu
Terkini
Minggu 29-03-2026,16:44 WIB
Inni Dawet Jaga Kuliner Tradisional di Tengah Tren Minuman Kekinian, Manfaatkan LinkUMKM BRI untuk Berkembang
Minggu 29-03-2026,16:30 WIB
Kisah BRILink Agen di Bakauheni,Berawal Dari Modal Usaha yang Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi
Minggu 29-03-2026,16:05 WIB
Motorola Edge 70 Fusion: Nyaris Sempurna, Kalau Saja Bukan Ini Masalahnya
Minggu 29-03-2026,15:00 WIB
Rincian Bunga KUR BRI 2026 Lengkap: Jenis, Suku Bunga 6 Persen, dan Simulasi Angsuran Terbaru
Minggu 29-03-2026,14:03 WIB