KUNINGAN - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini setoran retribusi tower BTS atau retribusi pengendalian menara telekomunikasi dipastikan terlambat. Biasa pada bulan April, setoran dari para vendor ke kas daerah sudah beres. Keterlambatan setoran retribusi menara itu tidak terlepas dari keberhasilan uji material oleh PT Kame Komunikasi Indonesia terkati uji material UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah terhadap UU 45. “Sekarang kita tengah menunggu revisi perda. Apabila kelar lebih cepat maka retribusi bisa disetor oleh vendor pada bulan September. Namun, apabila penetapan revisi alot maka bisa-bisa tidak terambil,” ucap Kepala Diskominfo Drs Nurahim MSi melalui Kabid Sarana dan Prasarana Telekomunikasi Drs Yusup Sofyan, kemarin (25/4). Ia menerangkan, keberhasilan uji material ini membuat pihak Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ASTI) meminta hitungan lebih murah. Apabila dirata-ratan mereka meminta retribusi Rp4 juta per tower. “Sedangkan pihak Pemkab Kuningan menetapkan Rp5,6 juta. Kalau pun turun tidak jauh dikisaran Rp5,3 juta. Sebab, dengan jumlah menara yang ada sebanyak 257 unit kalau retribusinya turun sudah dipastikan pendapatan menurun,” terangnya. Pada tahun 2015 lalu, sambung dia, Kuningan satu dari lima daerah di Indonesia yang berhasil mengambil retribusi. Sedangkan daerah lain tidak bisa karena ada uji material di MK. Total yang diperoleh adalah Rp1.365.000.003. Sedangkan pada tahun ini sebesar 1.422.000.000. Kalau pun turun maka dikisaran Rp1.371.440.771. Kalau retribus diangka Rp4 juta per tower pendapatan akan turun. “Retribusi itu targetnya naik, masa tahun kemarin dengan tahun 2016 besaran tahun 2015,” sebutnya. Disebutkan dia, andai tidak ada gugatan ke MK seharusnya sudah setoran retribusi sudah beres. Mengenai pengajuan menara baru hingga saat belum ada meski sebenarnya masih potensial. Retribusi tower di Kuningan diterapkan sejak 2012. Pada saat itu total ada 205 unit, dengan jumlah provider atau operator 18 perusahaan. Untuk retribusi sebanyak Rp1.125.227.968. Lalu, lanjutnya, pada tahun 2013 mengalami peningkatan baik menara, provider dan retribusi. Dengan rincian 227 menara, 21 perusahaan, dan retribusi Rp1.262.185.272. Untuk tahun 2014 retribusi meningkat yakni Rp1.317.700.820. Adapun jumlah menara 245 unit dan operator terdiri dari 18 perusahaan. “Alhamdulillah sebelum ada gugatan ke pembayaran mereka selalu lancar. Bahkan, sebelum April sudah selesai,” ucap Yusuf. (mus)
Tahun Ini Retribusi Tower BTS di Kuningan Bakal Terlambat
Selasa 26-04-2016,18:17 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,03:01 WIB
Moonraker Cirebon Bagi 1.000 Takjil Jelang Lebaran, Ratusan Anggota Turun ke Jalan
Rabu 18-03-2026,20:57 WIB
Detik-Detik Motor Pemudik Terbakar Saat Melintasi Cirebon, Satu Keluarga Selamat
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Kamis 19-03-2026,05:29 WIB
Pohon Besar Tumbang di Rumah Dinas Walikota Cirebon, Nyaris Timpa Area Sekitar
Rabu 18-03-2026,21:21 WIB
Malam Ini Arus Mudik Meningkat, Astra Tol Cipali Keluarkan Imbauan Penting untuk Pemudik
Terkini
Kamis 19-03-2026,18:37 WIB
Pantai Baro Diguyur Hujan, Hilal 1 Syawal Dipastikan Sulit Terlihat
Kamis 19-03-2026,18:31 WIB
Hasil Hisab Tinggi Hilal Tak Penuhi Syarat, BHRD Kabupaten Cirebon: Keputusan 1 Syawal Tunggu Sidang Isbat
Kamis 19-03-2026,18:00 WIB
Puncak Arus Mudik 2026 Terlewati, Ini Data Terbaru di Cirebon dan Tol Cipali
Kamis 19-03-2026,17:30 WIB
Fahri Hamzah Dorong Arah Kebijakan Perumahan Dikembalikan pada Pemikiran Tiga Tokoh, Hatta- Margono-Sumitro
Kamis 19-03-2026,17:00 WIB