ZAMBOANGA - Nasib empat WNI yang jadi sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina masih belum jelas. Baik keberadaan maupun nasibnya. Sejauh ini, pihak-pihak terkait masih menjaga statemen, juga belum ada permintaan tebusan dari Abu Sayyaf. Juru bicara gugus tempur Tentara Filipina di Sulu Mayor Philemon Tan mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apa-apa. “Sejauh ini, fokus kami adalah mengalahkan kelompok Abu Sayyaf. Memang kami mendengar masih ada yang diculik, tapi kami tidak bisa mengonfirmasikannya,” ucapnya ketika dihubungi kemarin. Dia lalu menjelaskan bahwa yang dimaksud tak mengonfirmasikannya adalah permintaan soal tebusan resmi yang menandakan bahwa empat orang itu ada dalam kontrol Abu Sayyaf. Pihaknya masih konsentrasi untuk mengontrol dan mengendalikan kawasan Sulu. “Kami tak akan berhenti sampai The ASG (Abu Sayyaf Group, red) defeated (terkalahkan),” jawabnya. Dia juga mengimbau kepada semua pihak untuk tak memasuki kawasan yang berjarak sejauh delapan jam perjalanan laut dari Zamboanga itu, sebab daerah itu kini menjadi zona perang. Di lain pihak, sejumlah sumber di kalangan ikhwan jihadi dekat dengan Abu Sayyaf menyebutkan bahwa kesepuluh sandera itu memang dibebaskan karena sudah ada pembayaran. “Tapi tidak penuh, hanya separuh saja,” kata sumber tersebut. Inilah sebabnya kenapa semua pihak tak menyebutkan nominal pembayaran tebusan tersebut untuk menjaga muka kedua belah pihak. Pemerintah tak ingin terlihat gampang menuruti kemauan teroris, sebab akan menimbulkan preseden buruk. Sementara di sisi lain, Abu Sayyaf juga tak ingin malu hanya mendapat separuh saja. “Maka tak diumumkan secara resmi adalah jalan tengah,” lanjut sumber tersebut. Menurutnya, Abu Sayyaf sebenarnya tidak begitu kaku soal pembayaran tebusan. “Rp7,5 miliar untuk sepuluh sandera bagi mereka cukup banyak,” terangnya. Sebab, semakin lama menahan mereka, semakin menambah beban pula. Jadi, begitu ada tawaran yang dianggap masih pantas, mereka akan melepaskannya. “Jangan lihat ini ideologis. Ini (penculikan, red) hanya persoalan cari duit biasa saja,” terangnya. Sementara itu, KBRI Manila juga belum bisa menyebutkan kabar. Ketika ditelepon, petugas protokoler maupun operator menunjuk nama Koordinator di Bidang Politik KBRI Manila Edi Mulya. Sayangnya, nama terakhir ini kemarin tidak masuk kantor. “Bisa jadi masih di Jakarta atau mungkin ambil break dulu. Tapi pasti besok pagi (pagi ini, red) beliau sudah kembali masuk kantor,” ucap operator telepon tersebut. Ketika ditaya soal adakah kontak pejabat yang bisa dihubungi di kawasan Mindanao, operator tersebut menjawab “Maaf, lebih baik menunggu besok (hari ini, red) saja. Menunggu bapak masuk saja baru bertanya,” tambahnya. (ano)
Nasib Empat Sandera Abu Sayyaf Belum Jelas
Rabu 04-05-2016,09:08 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,03:01 WIB
Moonraker Cirebon Bagi 1.000 Takjil Jelang Lebaran, Ratusan Anggota Turun ke Jalan
Kamis 19-03-2026,05:29 WIB
Pohon Besar Tumbang di Rumah Dinas Walikota Cirebon, Nyaris Timpa Area Sekitar
Kamis 19-03-2026,04:30 WIB
Promo Lebaran! Pajak Kendaraan di Jawa Barat Diskon 10 Persen
Kamis 19-03-2026,14:15 WIB
Live Sidang Isbat Kemenag 2026: Jadwal, Cara Nonton, dan Prediksi Lebaran 1447 H
Kamis 19-03-2026,08:01 WIB
Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Tol Palikanci Cirebon, Polisi Bergerak Cepat
Terkini
Jumat 20-03-2026,02:30 WIB
Arus Mudik Cirebon Aman, Kapolresta Turun Langsung ke Pos Pam Ciledug
Jumat 20-03-2026,02:02 WIB
Salut! Kuwu Cipeujeuh Kulon Gunakan Dana Pribadi untuk Honor Lembaga Desa Jelang Lebaran
Kamis 19-03-2026,23:54 WIB
Prabowo Ungkap Alasan Pangkas Anggaran, Demi Cegah Korupsi
Kamis 19-03-2026,23:45 WIB
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Jaga Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen
Kamis 19-03-2026,23:28 WIB