JAKARTA – Nilai alokasi dana pemerintah untuk pembangunan setiap desa di Indonesia terus membaik. Sayangnya, alokasi yang diberikan tak dimanfaatkan untuk proyek yang justru dikerjakan ulang oleh pemerintah daerah. Sehingga, banyak pemanfaatan dana alokasi desa yang justru tumpang tindih. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas Dana Desa Kacung Marijan. Dia menemukan beberapa kasus proyek desa oleh pihak desa malah ternyata tumpang tindih dengan proyek pemerintah daerah. Hal tersebut membuat proyek yang dikerjakan justru sia-sia. “Contoh kasusnya kami temukan saat berkunjung ke Kabupaten Langkat. Di Desa Sungai Ular, kami menemukan bahwa ada lokasi untuk pengerasan ruas jalan desa. Namun, selang beberapa hari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Langkat melakukan pengaspalan dengan dana APBD. Seakan-akan Dinas PU menumpangi program dana desa,” ungkapnya di Jakarta, kemarin (6/5). Hal tersebut, lanjutnya, menjadikan proyek desa menjadi sia-sia. Apalagi, dana yang diterima di desa itu baru mencapai Rp263 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengerasan jalan di Dusun I dan Dusun IV serta beberapa sumur dan saluran air. “Kalau sejak awal sudah diaspal oleh pemerintah daerah, harusnya ada koordinasi sehingga dana tak terbuang sia-sia. Tapi, dalam kasus ini, jalan yang sudah dikeraskan langsung diaspal dalam waktu beberapa minggu,” ujarnya. Dia pun menghimbau agar masyarakat lebih hati-hati dalam menyalurkan dana desa. Semua proyek harusnya didokumentasikan pertanggungjawaban. “Hal ini sekaligus bentuk tranparansi aparat daerah terhadap masyarakat,” terangnya. Di sisi lain, ketidaktahuan pemerintah daerah terhadap proyek desa juga menunjukkan kurangnya koordinasi antara pemerintah kabupaten dengan tim pendamping desa. “Kedepan sinergitas antara pemangku kepentingan yang menangani program pembangunan desa perlu ditingkatkan. Agar tidak terjadi lagi tumpang tindih proyek yang menimbulkan kesalahapahaman di tengah masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar menegaskan, pemanfaatan dana desa memang harus benar-benar menghasilkan dampak yang riil. Karena itulah, pemerintah membuat prioritas penggunaan dana desa yakni infrastruktur. “Dana Desa yang tahun lalu bernilai total Rp20,7 triliun telah meningkat menjadi Rp46,9 triliun. Dan hanya akan disalurkan dalam dua tahap. Saya harap masyarakat bisa memanfaatkan hal ini untuk proyek yang berdampak riil,” ujarnya. (bil)
Bagaimana Nih, Proyek Dana Desa Tumpang Tindih
Sabtu 07-05-2016,11:16 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 30-10-2026,16:22 WIB
Kabin Lega dan Nyaman, Ini Dia Rekomendasi Mobil Bekas Diharga 80 Jutaan yang Masih Worth 2026
Jumat 30-10-2026,15:17 WIB
Ciri-ciri Tempat Gadai Resmi Terdaftar OJK, Waspada Jebakan Gadai Ilegal!
Jumat 30-10-2026,18:00 WIB
Pesantren Salaf vs Modern: Apa Perbedaannya dan Mana yang Cocok untuk Anak?
Jumat 30-10-2026,15:09 WIB
Jangan Asal Gadai Barang! Bunga Pegadaian dan Swasta Ternyata Punya Perbedaan
Jumat 30-10-2026,13:00 WIB
7 Tips Merawat Tumit Kaki Pecah-pecah agar Kembali Halus, Bisa Dilakukan di Rumah
Terkini
Sabtu 31-10-2026,12:00 WIB
Ford Ranger Cuma Rp70 Jutaan, Isuzu D-Max Rp80 Jutaan, Ini 3 Mobil Bekas Double Cabin yang Layak Diburu
Sabtu 31-10-2026,11:50 WIB
Prediksi Susunan Pemain Persija Jakarta vs Dewa United di BRI Super League, Taisei Siap Tantang Rizky Ridho?
Sabtu 31-10-2026,11:35 WIB
4 HP Samsung di Bawah 5 Juta Terbaik di Akhir 2026, Garansi Panjang dan Tahan Lama
Sabtu 31-10-2026,11:16 WIB
Prediksi Skor Pertandingan BRI Super League Arema FC vs Bali United, Siapa yang Bakal Menang?
Sabtu 31-10-2026,11:10 WIB