JAKARTA- Komisi Yudisial (KY) menyatakan prihatin dengan ditangkapnya Ketua PN Kepahiang Bengkulu Janner Purba dan empat tersangka lainnya dalam kasus suap untuk memengaruhi sidang. Dengan peristiwa tersebut, kepercayaan publik kepada hakim akan terus menurun. Menurut catatan KY, sejak Januari hingga sekarang ada 11 aparat pengadilan yang terlibat dalam kasus korupsi. Yaitu, 8 hakim dan 3 pejabat pengadilan nonhakim. Sebagian ada yang tertangkap tangan oleh KPK, dan ada juga yang ditangani penegak hukum lainnya. Jubir KY, Farid Wajdi menyatakan 11 kasus itu hanya terpublikasi media. Belum termasuk kasus lain yang tidak terekspos media. Jadi, jumlahnya kemungkinan bisa lebih besar. Namun, ia tidak mengetahui jumlah pasti berapa aparat pengadilan yang terjerat kasus korupsi. KY pun mendesak kepada Mahkamah Agung (MA) agar lebih terbuka dalam proses pembenahan internal. Hal itu perlu dilakukan untuk mencegah agar kasus tersebut tidak terulang lagi. Pengawasan juga harus terus dilakukan. “Pengawasan bukan untuk merusak,\" ungkap dia. Selain itu, harus ada langkah progresif dari MA untuk melakukan evaluasi dalam rangka menjaga kehormatan dan martabat peradilan. Praktik suap yang melibatkan Ketua PN Kepahiang Bengkulu Janner Purba dibongkar KPK melalui operasi tangap tangan (OTT) Senin malam (23/5) di Bengkulu. Penyuapan dilakukan untuk memengaruhi majelis hakim yang akan memutus perkara korupsi. Penyuapan itu dilakukan dua terdakwa kasus korupsi penyalahgunaan honor dewan pembina Rumah Sakit dr M. Yunus (RSMY) Bengkulu, Syafri Syafii dan Edi Santroni. Syafri merupakan mantan kepala bagian keuangan RSMY, sedangkan Edi pernah menjabat wakil direktur keuangan RSMY. “Keduanya memberikan suap untuk memengaruhi perkaranya yang diputus hari ini (25/5) di Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang, Bengkulu,” jelas Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati.(jpg)
Publik Tambah Kurang Percaya Kepada Hakim
Rabu 25-05-2016,10:14 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,17:26 WIB
3 Pemuda Cirebon Meninggal Dunia, Diduga setelah Pesta Miras Oplosan
Kamis 29-10-2026,08:27 WIB
Sikap Kesatria Pelatih Melbourne Victory usai Dikalahkan Persib, Pujian untuk Sekulic
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Kepala Desa Paniis Kuningan Terancam 20 Tahun Penjara, Kerugian Negara Rp530 Juta
Kamis 29-10-2026,10:41 WIB
NIK KTP Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Cara Mengatasinya agar BSU Tetap Cair
Kamis 29-10-2026,11:20 WIB
2 Skenario Persib Lolos 16 Besar ACL 2, Kemenangan atas Melbourne Victory Jadi Modal
Terkini
Jumat 30-10-2026,06:03 WIB
Macan Ali Cirebon Rayakan 10 Tahun Kebangkitan, Siapkan Kirab Agung 500 Tahun Sunda Kelapa
Jumat 30-10-2026,05:09 WIB
Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania di FIFA Matchday November 2026, Timur Tengah Tak Kondusif
Jumat 30-10-2026,05:09 WIB
FIFA Matchday November 2026 Terancam Gagal, Indonesia Batal Lawan Yordania dan Kuwait Gara-gara Ini
Jumat 30-10-2026,05:08 WIB
10 HP Rp 4 Jutaan Oktober 2026, Pilihan Gaming, Fotografi, RAM Besar hingga Koneksi 5G
Jumat 30-10-2026,05:07 WIB