INDRAMAYU – Para guru madrasah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) sepertinya harus gigit jari. Pasalnya, untuk tahun ini pemerintah Kabupaten Indramayu ternyata tidak menganggarkan tunjangan guru madrasah melalui Biaya Operasional Pendidikan Diniyah (BOPD). Kepala Bagian Agama dan Kesra Setda Indramayu, Dra Andi Rugaya, saat dihubungi Radar tidak berada di kantornya. Namun melalui keterangan singkat melalui telepon selulernya, Andi menjelaskan tahun ini memang BOPD tidak dianggarkan dalam APBD 2016. “Tahun ini BOPD tidak dianggarkan, karena memang terbentur aturan,” ujar Andi melalui ponselnya, Senin (13/6). Sayang Andi tidak bisa membeberkan secara detail aturan yang dimaksud, karena ia tengah mengikuti sebuah acara. Meski demikian, tutur dia, Pemkab Indramayu akan segera mencari solusi agar para guru madrasah tetap bisa mendapatkan tunjangan daerah. “Kita tentunya akan berupaya mencari solusi, agar tidak bertentangan dengan aturan,” ujarnya. Seperti diberitakan, guru madrasah diniyah takmiliyah di Kabupaten Indramayu resah, karena hingga saat ini belum juga menerima tunjangan daerah atau yang sekarang dikenal dengan BOPD (Biaya Operasional Pendidikan Diniyah). Menurut mereka, dana BOPD sejak Januari hingga Juni 2016 belum ada kabarnya. Sejumlah guru madrasah mengaku kecewa, karena bagi mereka uang tunjangan tersebut sangat berarti. Apalagi saat ini memasukii bulan Ramadan dan akan menghadapi lebaran. Seperti diungkapkan salah seorang guru madrasah di wilayah Karangampel kepada Radar. Guru yang menolak dituliskan identitasnya ini mengaku kecewa, karena sejak bulan Januari hingga saat ini tunjangan daerah yang merupakan hak mereka belum juga keluar. “Terus terang kami nggak habis pikir kenapa BOPD sampai saat ini belum ada kabarnya. Meski besarnya hanya Rp10.000 per siswa, tapi bagi kami sangat lumayan,” ujarnya. Sementara Ketua Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) Kecamatan Karangampel, Kholid SAg, juga membenarkan kalau para guru madrasah resah akibat belum menerima tunjangan daerah atau yang sekarang dikenal dengan Bantuan Operasional Pendidikan Diniyah (BOPD). Dikatakannya, mereka belum menerima tunjangan daerah sejak awal tahun 2016. Adapun nilai BOPD tersebut adalah Rp10.000/siswa/bulan. “Saya juga nggak tahu kenapa pemberian tunjangan daerah kali ini tidak lancar. Saya sampai pusing sendiri karena hampir setiap hari selalu ditanya oleh guru-guru madrasah,” ujarnya.(oet)
Hadeeh, Tunjangan Guru Madrasah Ternyata Tak Dianggarkan
Selasa 14-06-2016,13:30 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Sabtu 21-03-2026,21:00 WIB
Resmi! Ini Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026
Sabtu 21-03-2026,22:01 WIB
Arus Mudik Lokal Diprediksi Membludak H+1 Lebaran, Polisi Siapkan Strategi
Minggu 22-03-2026,10:56 WIB
Wisata Cirebon Terbaru! Museum AI Lotus Sajikan Sejarah Pangeran Matangaji dengan Visual Modern
Minggu 22-03-2026,08:28 WIB
Momen Mudik Artis Olivia Jensen di Cirebon, Kunjungi Keraton Kacirebonan dan Keluarga
Terkini
Minggu 22-03-2026,20:00 WIB
Strategi Prabowo: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat, Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Minggu 22-03-2026,19:34 WIB
Tunjangan Guru Skema Baru 2026 Cair Bulanan, Lebih Pasti dan Bikin Tenang
Minggu 22-03-2026,19:23 WIB
Prabowo Soal Perjanjian Tarif AS: Investasi Asing Boleh Masuk, Hilirisasi Wajib
Minggu 22-03-2026,19:14 WIB
Jalur Mandirancan Macet Usai Lebaran, Wisata ke Kuningan Picu Kepadatan
Minggu 22-03-2026,18:00 WIB