Rajai Pencak Silat, Nirmala Tak Lagi Penasaran

Senin 26-09-2016,12:30 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

CIREBON – Para “pendekar” Jawa Barat mengukuhkan diri sebagai juara umum cabor pencak silat PON XIX/2016 yang berakhir Minggu (25/9) di GOR Satria Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tim yang dipimpin pelatih kepala Fery Hendarsin itu sukses membukukan 7 emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Hasil tersebut merupakan yang tertinggi selama Jawa Barat tampil di PON. Dari 7 emas, 4 di antaranya diraih dari nomor laga, yakni dari Nirmala Oktaviani di kelas B putri, Wewey Wita kelas C putri, Hanifan Yudani Kusumah kelas C putra, dan Eka Yulianto kelas G putra. Sementara 3 emas lainnya dari nomor TGR putri, yang disumbangkan Gina, Lutfi, dan Pramudita. Selain itu dari regu putra atas nama Nunu Nugraha, Anggi Faisal, dan Asep Yuldan. Nunu Nugraha juga menyumbangkan emas di nomor tunggal. Medali perak disumbangkan Eri Budiono (H putra), Sofani Rakhmalianti (F putri), Nadia Putri Dewi (E putri), Eldiansyah Martha Thariq (I putra), dan ganda putra (Asep dan Angga). Sedangkan 3 perunggu disumbangkan tunggal putri (Riska Hermawan), ganda putri (Riska Hermawan dan Ririn), dan Wahyudi Lukman di nomor tanding. Duo pesilat kabupaten dan Kota Cirebon mencatatkan diri di papan sejarah silat Jawa Barat. Nirmala Oktaviani, pesilat Kabupaten Cirebon menyumbangkan medali emas dan Eldiansyah Martha Thariq menyumbangkan perak. Di laga final Nirmala menumbangkan pesilat Sumatera Barat, Suci Wulandari. Sementara Eldiansyah ditumbangkan Eko Febrianto, pesilat jawa Timur. Saat dihubungi semalam, Nirmala mengaku senang meraih medali emas. Menurutnya, persiapan panjang selama ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Nirmala juga senang menjadi salah satu penyumbang emas untuk gelar juara umum pencak silat yang diraih Jawa Barat. “Terima kasih atas dukungan masyarakat Jawa Barat khususnya insan pencak silat. Hasil ini untuk semua masyarakat Jawa Barat,” ujar anggota pelatnas dari perguruan PSHT itu. Emas kali ini juga menuntaskan rasa penasaran Nirmala atas hasil di PON XVIII/2012 Riau lalu. Saat itu Nirmala kalah di penyisihan, karena saat tampil di PON baru menjalani perawatan di rumah sakit. Di sisi lain, petembak Kabupaten Cirebon menyabet 4 emas dan 2 perunggu untuk Jawa Barat. Raihan tersebut membuat tuan rumah menyabet gelar juara umum. Tim menembak tuan rumah memuncaki klasemen akhir dengan raihan 13 emas, 5 perak dan 6 perunggu. Diikuti Jawa Timur di peringkat kedua dengan 7 emas, 9 perak, dan 3 perunggu, serta Riau di peringkat ketiga dengan 4 emas, 5 perak dan 1 perunggu. Pertandingan cabang olahraga (cabor) menembak yang dihelat di Lapangan Tembak KONI Jabar, Cisangkan, Kota Cimahi telah berakhir pada Sabtu, 24 September lalu. Para petembak Kabupaten Cirebon tampil apik di nomor perorangan dan beregu. Yang paling menonjol tentu saja Dewi Laila Mubarokah yang berlaga di nomor beregu dan perorangan 10 meter air rifle standard putri. Dari nomor perorangan, Dewi tidak hanya menyumbangkan medali emas. Siswi SMAN 1 Sumber itu juga berhasil memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri. Di PON, Dewi mencatatkan skor terbaik yaitu 207,3 poin. Sebelumnya, Dewi mencatatkan rekor di Kejurnas Menembak 2016 dengan raihan 205,0 poin. “Penampilan Dewi hampir sempurna pada final nomor perorangan. Di nomor beregu dia juga ikut menyumbangkan medali perunggu,” kata Ketua Umum Perbakin Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana. Petembak Kabupaten Cirebon lainnya yang berhasil menyumbangkan medali adalah Naura Amalia (satu emas dari air pistol standard beregu putri), Sholeh (satu emas dari air pistol beregu putra dan satu perunggu free pistol perorangan putra) dan Sudarno (satu emas dari rapid pistol beregu putra). Sementara itu, tiga petembak Kabupaten Cirebon lainnya, Yousie Martianingsih (air pistol putri), Zaitun (air pistol putri) dan Alia Zaerina Zainal (air rifle match putri) finis di peringkat keempat. “Hasil akhir yang sangat luar biasa. Perjuangan para petembak membuat kami sangat bangga,” kata Erus. (ttr/iim/mid)

Tags :
Kategori :

Terkait