7 Ribu Hektar Lahan di Majalengka dalam Kondisi Kritis

Selasa 27-09-2016,01:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

MAJALENGKA - Dinas Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Dishutbunak) Majalengka mencatat sekitar 7 ribu hektare lahan di kota angin kritis. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah Majalengka. Dishutbunak berharap sejumlah organisasi dan instansi di Majalengka melakukan langkah penghijauan, dengan menanam bibit pohon baik di hutan gundul maupun sejumlah wilayah gersang. “Alhamdulillah kami mengapresiasi upaya yang dilakukan persatuan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) notaris di Kabupaten Majalengka, yang melakukan aksi penanaman 1.000 bibit pohon serentak secara nasional Sabtu (24/9) kemarin,” ujar kepala Dishutbunak, Ir H Bayu Jaya MSi, Senin (26/9). Pihaknya mendukung aksi penghijauan yang dipusatkan di jalan lingkar utara Baribis Kecamatan Cigasong itu. Pohon trembesi dan mahoni itu rencananya akan kembali ditanam secara bertahap di sejumlah titik lainnya yang dinilai gersang. Pihaknya berharap kegiatan tersebut diikuti organisasi maupun lembaga lain, demi menjadikan lingkungan sejuk dan aman dari sejumlah bencana. Pasalnya, peristiwa bencana banjir bandang di Garut dan longsor di Sumedang bukan tidak mungkin akibat kondisi lahan yang kurang bagus. “Ini bagian dari mencegah bencana alam seperti longsor dan banjir. Kita semua tahu bahwa pohon adalah sumber kehidupan. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrim saat ini, sangat pas melakukan penanaman pohon,” kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka ini. Diharapkan setiap tahun berbagai program baik dari pemerintah pusat maupun pemda selalu ada, khususnya penanaman pohon demi meminimalisasi hutan gundul. Pemerhati lingkungan Dedi Suryadi SSos menambahkan, penanaman pohon juga harus melibatkan anak-anak di satuan pendidikan. Seperti di wilayah Ligung yang sudah berjalan dari beberapa tahun yang lalu. “Alhamdulillah upaya penanaman bibit pohon mahoni di sepanjang jalur Sumberjaya-Ligung serta Kodasari menuju Leuweunghapit sudah cukup baik. Bisa kita lihat ketika memasuki wilayah ini banyak pohon di kiri dan kanan jalan membuat lingkungan menjadi sejuk,” imbuhnya. (ono)      

Tags :
Kategori :

Terkait