Fuad: Sejak Awal Tidak Sesuai Jadwal MAJALENGKA – Proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2016 sepertinya dilakukan sangat terburu-buru. Untuk membedah rencana kerja anggaran (RKA) antar komisi-komisi dengan OPD mitra kerjanya, hanya diberikan waktu satu hingga dua jam, Kamis (29/9). Sejak pagi, para anggota dewan dengan masing-masing komisinya sibuk dengan kegiatan rapat bedah anggaran bersama OPD mitra kerja. Rapat dilakukan secara maraton untuk membahas program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen RAPBD-P 2016, dan diperjelas model kegiatan, sasaran serta manfaat bagi daerah. Mitra kerja dari OPD yang diundang juga sejak pagi sudah menunggu di lorong menuju ruangan komisi-komisi, ada juga yang menunggu di lobi depan ruang paripurna. Bahkan ada beberapa pejabat OPD yang lesehan di lantai samping ruang aula utama paripurna. Anggota DPRD tampak sangat sibuk dengan agenda yang sengaja dipadatkan untuk menyelesaikan tahapan pembahasan RAPBD-P, yang dibatasi sampai akhir September. Namun pelaksanaan rapat bedah anggaran yang dipadatkan dan marathon itu cukup disayangkan, mengingat waktunya erbatas untuk membahas anggaran yang sangat penting berkaitan dengan program dan kegiatan yang akan dikerjakan OPD di sisa tahun anggaran 2016 ini. Ketua Komisi II H Fuad Abdul Azid menyebutkan, jadwal yang sempit jangan dilihat di ujungnya saja. Penyebabnya karena dari awal tahapan pembahasan RAPBD-P tidak sesuai dengan jadwal seperti yang diatur dalam peraturan perundangan. “Tahapan permulaan sebelum membahas RAPBD-P harusnya dimulai di bulan Juli atau Agustus. Sudah kita dorong agar Pemkab berpatokan pada jadwal itu, tapi nyatanya terlambat dari jadwal yang semestinya,” ujarnya. Sementara Ketua Fraksi PPP Dede Aif Musoffa SH menyebutkan selain persoalan jadwal proses pembahasan RAPBD juga tidak sesuai. Dimana seharusnya harus sesuai antara setiap dokumen perencanaan. Program dan kegiatan yang dianggarkan di RAPBD-P juga harus punya tujuan dan target-target yang bisa dicapai Pemkab Majalengka, sesuai dokumen-dokumen perencanaan tahunan maupun lima tahunan berupa indikator makro dan target lainnya. “Jadi kegiatan yang dilaksanakan OPD dan dibiayai RAPBD-P ini harus sesuai dengan dokumen perencanaan. Jangan tiba-tiba muncul anggaran kegiatan yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan dokumen perencanaan. Ini yang akan kita koreksi dan pertanyakan, kalau tidak jelas diharapkan dicoret saja,” sebutnya. (azs)
Bedah Anggaran Cuma 2 Jam
Jumat 30-09-2016,17:29 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 13-06-2026,09:16 WIB
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Pemuda Cirebon Alami Kecelakaan hingga Dirawat di Rumah Sakit
Sabtu 13-06-2026,14:43 WIB
Server SPMB Jabar 2026 Kembali Error, Dekan Uniku Soroti Tiga Hal
Sabtu 13-06-2026,04:00 WIB
Bertemu AHY, Bupati Eman Bawa Aspirasi Strategis Majalengka untuk Infrastruktur dan Kertajati
Sabtu 13-06-2026,06:02 WIB
Dari Belajar Huruf hingga Siap Kerja di Pabrik, Ini Keunggulan SLB B YPLB Majalengka
Sabtu 13-06-2026,08:41 WIB
Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar, Kebakaran Rumah di Losari Cirebon Tewaskan Pria 71 Tahun
Terkini
Minggu 14-06-2026,02:03 WIB
BGN Bantah Operasional Dapur SPPG Dihentikan, Dana Tetap Cair dan Program Berjalan
Sabtu 13-06-2026,21:27 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026 Minggu 14 Juni: Brasil vs Maroko, Australia vs Turki Live Pagi Ini
Sabtu 13-06-2026,21:00 WIB
Yunus Nusi Murka, PSSI Cari Oknum Suporter yang Hina Beckham Putra
Sabtu 13-06-2026,20:32 WIB
Jadi Pelatih Kepala Persib, Igor Tolic Langsung Siapkan Strategi untuk ACC dan ACL 2
Sabtu 13-06-2026,20:11 WIB