BGN Bantah Operasional Dapur SPPG Dihentikan, Dana Tetap Cair dan Program Berjalan
Sejumlah siswa dan siswi di SMAN 1 Tangerang sedang menyantap menu MBG disela-sela kegiatan belajar mengajar.--
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang beredar di media sosial terkait penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
BGN menegaskan bahwa program pelayanan gizi tetap berjalan seperti biasa, sementara proses pembenahan tata kelola dan validasi data internal terus dilakukan untuk meningkatkan akurasi serta efektivitas pelaksanaan program.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya berbagai informasi yang menyebutkan adanya penghentian sementara operasional dapur SPPG.
BACA JUGA:Nanik S Deyang, Trenggono dan Agustina Arumsari Resmi Jadi Pimpinan BGN, Ini Pesan Prabowo
BGN memastikan kabar tersebut tidak benar dan meminta masyarakat untuk mengacu pada informasi resmi yang disampaikan lembaga.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, menjelaskan, keramaian yang sempat terjadi di lobi kantor BGN beberapa waktu lalu bukan merupakan aksi protes terkait penghentian program.
Menurutnya, sejumlah perwakilan daerah datang untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan operasional program di wilayah masing-masing.
Ia menyebut perwakilan yang hadir berasal dari sejumlah daerah seperti Sumba Barat, Nias, dan Sorong.
Mereka ingin mengetahui alasan operasional program di daerahnya belum berjalan optimal sebagaimana yang diharapkan.
BACA JUGA:Pasca Kasus BGN, Kejari Kuningan Perketat Pengawasan Program MBG
"Hanya beberapa orang. Sudah kami akomodir dengan mengundang pimpinannya untuk bertemu dan berdiskusi langsung.”
“Mereka mempertanyakan perkembangan operasional di daerah masing-masing dan seluruh penjelasan yang kami sampaikan dapat diterima dengan baik," ujar Trenggono yang dikutip dari podcast Total Politik, Sabtu 13 Juni 2026.
Menurutnya, BGN memilih pendekatan dialog terbuka untuk menyerap berbagai aspirasi dari daerah sekaligus memberikan penjelasan terkait proses yang sedang berlangsung di tingkat pusat.
"Kami menghadapi semuanya secara terbuka. Mereka kami ajak berdiskusi dan diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi maupun kendala yang dihadapi di lapangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

