JAKARTA - Dunia sepak bola tanah air kembali berduka. Tadi malam, tepat pukul 18.10 WIB, salah satu mantan Ketua Umum PSSI, Maulwi Saelan meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Saelan meninggal di usianya ke-90 setelah bertarung melawan penyakit gagal ginjal selama sebulan terakhir. \"Papa sebenarnya nggak sakit. Hanya saja, beberapa organ tubuhnya mulai melemah seiring usia yang mulai menua,\" kata Asha Saelan (40), putra bungsu dari almarhum di rumah duka, Jalan Bendungan Jatiluhur Raya 111 Jakarta Pusat, tadi malam. \"Kami baru saja kehilangan sosok tegas dan panutan keluarga selama ini,\" lanjut Asha. Saelan mulai merasakan ada gangguan dalam tubuhnya tiga hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-90 pada 8 Agustus lalu. Oleh keluarganya, Saelan lantas dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Setelah dirawat tiga minggu di sana, Saelan lantas diperbolehkan pulang. Namun, setelah seminggu di rumah, kesehatan Saelan kembali menurun. Dia lantas dibawah ke Rumah Sakit Pertamina Jakarta. \"Setelah seminggu di rawat, bapak meninggal,\" jelasnya. Sebelum meninggalkan keluarga, Asha menjelaskan bahwa pengabdian ayahnya ke sepak bola tak pernah surut. Bahkan, almarhum harus rela menunda jam tidur malamnya demi menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Malaysia di Stadion Manahan Solo, 6 September lalu. \"Beliau sempat bilang kalau sepak bola anak-anak muda Indonesia saat ini sudah lebih baik,\" kata Asha. Saelan lahir di Makassar pada 8 Agustus 1926, dia meninggalkan enam putra, 14 cucu dan lima cicit. Rencananya, Saelan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, siang nanti. Sejumlah tokoh nasional mulai melayat di rumah duka sejak tadi malam. Di antaranya adalah budayawan Eros Djarot. Sejak PSSI didirikan oleh Soeratin Sosrosoegondo pada 1930, Maulwi Saelan, ketua umum PSSI yang kelima di periode 1964-1967. Dia bergabung dengan tim nasional Indonesia era 1954-1958 dan berkontribusi besar dalam keberhasilan Skuad Garuda –julukan Timnas Indonesia- menembus empat besar Asian Games 1954 dan meraih medali perungggu di Asian Games 1958. Salah satu penampilan heroik Maulwi adalah ketika menghadapi Rusia di Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne, Australia 17 November 1958. Rusia merupakan salah satu tim terkuat Eropa dan dunia berhasil ditahan imbang 0-0. Saelan yang berposisi sebagai kiper harus berjibaku menahan gempuran trio serangan Rusia, Igor Netto, Sergei Salnikov, dan Boris Tatushin. (ben)
Selamat Jalan, Saelan!
Selasa 11-10-2016,10:51 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-10-2026,11:50 WIB
Prediksi Susunan Pemain Persija Jakarta vs Dewa United di BRI Super League, Taisei Siap Tantang Rizky Ridho?
Sabtu 31-10-2026,18:29 WIB
Hasil Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026: Veda Ega Pratama Start dari Baris Ketiga
Sabtu 31-10-2026,14:36 WIB
Tips Praktis Mencairkan Bunga Es Kulkas 1 Pintu Tanpa Merusak Evaporator
Sabtu 31-10-2026,19:01 WIB
Banjir Rendam Jalan Depan SMAN 1 Lemahabang Cirebon, DPUTR Lakukan Normalisasi Saluran
Sabtu 31-10-2026,20:01 WIB
Rekomendasi 9 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta, Buat Harian atau Bepergian Jauh, Konsumsi BBM Segini, Irit?
Terkini
Minggu 01-11-2026,10:01 WIB
Pemkot Cirebon Raih Nominasi Program Literasi Keuangan Terbaik Tingkat Kota Nasional 2026
Minggu 01-11-2026,09:30 WIB
Tanamkan Nilai Keislaman Sejak Dini, Siswa RA Tahfiz Quran At-Taqwa Ikuti Manasik Haji
Minggu 01-11-2026,09:13 WIB
Hj Suharti, Pendiri Rumah Makan Suharti Meninggal Dunia, Apa Kaitannya dengan Mbok Berek?
Minggu 01-11-2026,09:06 WIB
Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda Terbongkar, Raffi Ahmad Ikut Minta Maaf
Minggu 01-11-2026,08:20 WIB