VALENCIA - Musim depan, Ducati akan memiliki Jorge Lorenzo sebagai rider utama. Meski dalam teorinya tidak ada rider 1 dan 2, namun dalam praktiknya pengembangan motor akan diarahkan pada satu pembalap yang punya peluang besar meraih juara. Dalam kasus Ducati, fakta tersebut lebih gamblang. Dalam proses negosiasi dengan Lorenzo pertengahan musim 2016, Manajer Tim Ducati, Gigi Dall\'Igna menjanjikan bahwa pengembangan motor 2017 nanti akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan rider 29 tahun tersebut. Faktor itu pula yang ikut meyakinkan Lorenzo meninggalkan zona nyamannya bersama Yamaha. Setelah dua hari menjajal Desmosedici GP16 di sesi uji coba pra musim pertama MotoGP di Valencia, 15-16 November, Ducati menyatakan sudah mengantongi banyak data terkait arah pengembangan generasi terbaru. \'\'Ada beberapa poin kekuatan dan kelemahan dalam pandangannya (Lorenzo) sesuai pengalaman. Tapi aku telah memiliki pandangan yang jelas, apa yang dibutuhkannya dan berharap bisa memberikan sesuatu untuknya di uji coba berikutnya,\'\' ucap Dall\'Igna seperti dikutip Motorsport. Tes pra musim berikutnya akan berlangsung pekan depan di Jerez, Spanyol. Sayang Lorenzo tak bisa turun karena dilarang Yamaha, timnya saat ini. Kontrak rider Majorca itu dengan Yamaha baru berakhir 31 Desember nanti. Yamaha hanya mengizinkan Lorenzo turun dengan tim barunya di Valencia. Artinya, tes berikutnya bagi juara dunia MotoGP tiga kali itu adalah di Sepang, Malaysia 31 Januari 2017. Dall\'Igna bukan baru kali ini bekerja sama dengan Lorenzo. Pria Italia tersebut adalah sutradara dari kesuksesan Lorenzo merebut gelar juara dunia kelas 250 cc bersama Aprilia. Keduanya berada di bawah bendera Aprilia pada musim 2006-2007. Jadi Dall\'Igna sudah tahu luar-dalam anak asuhnya itu. Mengevaluasi performa Lorenzo di uji coba pertama, Dall\'Igna mengaku tak terlalu puas dengan lap time yang didapat. Namun menurutnya, fokus utama uji coba tersebut memang bukan mendapatkan lap time terbaik. \'\'Kalau kami ingin mendapatkan lap time bagus, kami harus bekerja dengan cara yang lain,\'\' jelasnya. Lorenzo dilarang berkomentar terkait motor dan tim barunya oleh Yamaha. Namun Dall\'Igna mengatakan ada dua titik lemah Desemosedici yang diminta Lorenzo agar diperbaiki. Pertama adalah masalah klasik Desmosedici, yakni sulit diajak belok. Setelah merebah di tikungan berat sekali untuk dikembalikan ke posisi semula, apalagi jika bertemu chicane. Tak berlebihan jika rider Ducati yang kini pindah ke Suzuki mengatakan bahwa Desmosedici adalah physical bike. Butuh tenaga ekstra untuk mengendalikannya. Meski demikan top speed-nya di trek lurus adalah yang terbaik. Komplain Lorenzo kedua adalah soal tuas gas. Bukaan pertama terlalu liar. Dengan gaya balap Lorenzo yang smooth, power Desmosedici tentu menyulitkan saat keluar dari tikungan. \'\'Ini adalah titik kelemahan yang paling buruk. Dan kami akan memperbaikinya,\'\' tambah Dall\'Igna. Rekan setimnya musim depan Andrea Dovizioso tak terkejut dengan kecepatan Lorenzo di uji coba hari pertama. Dovi sudah bertarung melawan Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia kelas 125 cc dan 250 cc. \'\'Dia memang cepat. Tapi ketika di hari kedua rider-rider lain mengalami kemajuan, dia justru kesulitan saya juga mengerti. Karena dia tak begitu memahami Desmosedici seperti saya yang sudah empat tahun menungganginya,\'\' terangnya. Lorenzo finis ketiga di hari pertama dan ketujuh di hari kedua. Terkait perngembangan Desmosedici, juara GP Malaysia itu menyebut ada kemajuan di semua sisi. Dia mengakui bahwa motornya tetap physical, meski sedikit berkuarang. \'\'Getaran juga berkurang, aku jadi lebih mudah mendapat lap time bagus,\'\' terangnya. Dalam uji coba Valencia adalah pemandangan yang ganjil di mata para penggila MotoGP. Ducati tetap mempertahankan winglet pada motornya meski tahun depan peranti aerodinamika tersebut dilarang. Mantan rider Ducati yang kini membela LCR Honda Cal Crutchlow menduga, dipertahankannya winglet tersebut agar tim bisa mendapatkan data aerodinamika yang akan dipakai dalam merancang fairing. \'\'Aku dengar mereka akan merancang winglet (dalam bentuk berbeda) untuk motor 2017,\'\' terang rider yang meraih dua juara seri musim ini. Dalam aturan baru tersebut dikatakan bahwa pelarangan winglet hanya berlaku untuk peranti yang tidak terintegrasi dengan bodi. Ini membuka celah bagi pabrikan untuk merangkai fairing depan dengan ukuran besar. Dalam pasal lain disebutkan bahwa lebar fairing nantinya tidak boleh lebih dari 150 milimeter. Dan direktur teknis MotoGP berhak menilai apakah fairing tersebut melanggar aturan atau tidak. (cak)
MotoGP, PR Klasik Ducati Masih Ada
Minggu 20-11-2016,00:02 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-10-2026,22:00 WIB
Taisei Marukawa Cetak Gol Penentu, Persija Gagal Curi Poin dari Dewa United
Minggu 01-11-2026,04:34 WIB
4 Rekomendasi HP Samsung yang Paling Tahan Lama dengan Budget Pelajar, Mulai Rp1 Jutaan Aja!
Sabtu 31-10-2026,20:01 WIB
Rekomendasi 9 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta, Buat Harian atau Bepergian Jauh, Konsumsi BBM Segini, Irit?
Sabtu 31-10-2026,19:01 WIB
Banjir Rendam Jalan Depan SMAN 1 Lemahabang Cirebon, DPUTR Lakukan Normalisasi Saluran
Minggu 01-11-2026,04:34 WIB
Memori Besar dan Baterai Badak! Ini 4 Hp Xiaomi Budget Pelajar Terbaik di Akhir 2026
Terkini
Minggu 01-11-2026,18:30 WIB
Klasemen Moto3 2026 Terbaru Usai Veda Ega Pratama Runner Up di Malaysia
Minggu 01-11-2026,18:06 WIB
Viral Video Pasien di Teras Puskesmas Bantarujeg, Dinkes Majalengka Buka Suara
Minggu 01-11-2026,18:00 WIB
OJK Cirebon Perluas Akses Keuangan, 8.300 Orang Ikuti Berbagai Kegiatan Literasi
Minggu 01-11-2026,17:48 WIB
Kisah Wanadri Menghadapi Kebakaran Hutan di Gunung Gede dan Ciremai
Minggu 01-11-2026,17:41 WIB