JAKARTA- Saksi kasus korupsi E-KTP dari kalangan legislatif dihadirkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. Salah satunya adalah Miryam S, anggota DPR dari Hanura Dapil Cirebon-Indramayu. Miryam mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) John Halasan Butar-Butar. Miryam mengatakan, hampir semua keterangannya yang terangkum dalam ratusan lembar BAP itu tidak benar. Semua informasi yang membeberkan aliran uang korupsi E-KTP ke sejumlah anggota dewan pada 2011 itu hanya untuk menyenangkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya stress, akhirnya ngomong asal saja (saat diperiksa penyidik),” ucapnya. Miryam mengaku diancam saat menjalani pemeriksaan penyidik KPK. Mantan anggota Komisi II yang kini duduk di Komisi V DPR itu diperiksa sebagai saksi pada 1 dan 7 Desember 2016 serta pertengahan Januari. “(Penyidik) ngomong ibu pada 2010 mestinya sudah saya tangkap. Saya mau dipanggil juga,” imbuhnya menceritakan ancaman yang dimaksud. Pernyataan Miryam membuat 4 anggota majelis hakim geregetan. Hakim Franki Tambuwun, misalnya, meragukan pernyataan Miryam yang menyebut bila keterangan di BAP hanya untuk menyenangkan penyidik. Menurut Anwar, keterangan Miryam di BAP sangat runtut dan terstruktur, sehingga mustahil bila disampaikan secara asal. Sementara kepada dua mantan wakil ketua Komisi II DPR Taufik Effendi dan Teguh Juwarno, hakim menanyakan perihal kawal anggaran E-KTP. Sebab, selain terlibat dalam pembahasan anggaran di Komisi II dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Taufik dan Teguh juga disebut-sebut memiliki peran memastikan ketersediaan anggaran E-KTP di badan anggaran (banggar) komisi. Namun, keduanya membantah menikmati aliran uang haram E-KTP. Taufik dan Teguh kompak menjawab tidak tahu saat jaksa KPK menanyakan adanya pihak yang mengirimkan sejumlah uang kepada mereka saat proyek E-KTP sudah disepakati dilaksanakan pada tahun anggaran 2011-2012. “Tidak pernah (menerima uang),” kilah Taufik dan Teguh bergantian. (tyo/bay/oki)
Miryam Cabut BAP, Ngaku Diancam Penyidik KPK
Jumat 24-03-2017,09:30 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,17:26 WIB
3 Pemuda Cirebon Meninggal Dunia, Diduga setelah Pesta Miras Oplosan
Kamis 29-10-2026,08:27 WIB
Sikap Kesatria Pelatih Melbourne Victory usai Dikalahkan Persib, Pujian untuk Sekulic
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Kepala Desa Paniis Kuningan Terancam 20 Tahun Penjara, Kerugian Negara Rp530 Juta
Kamis 29-10-2026,10:41 WIB
NIK KTP Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Cara Mengatasinya agar BSU Tetap Cair
Kamis 29-10-2026,05:20 WIB
Update HP 3 Jutaan Terbaik 2026, Jaringan 5G Ngebut, Chipset Berperforma, Berikut 5 Daftar Pilihannya
Terkini
Jumat 30-10-2026,04:11 WIB
Erick Thohir Berpacu dengan Waktu, Timnas Indonesia Harus Cari Lawan Baru Jika Yordania Batal
Jumat 30-10-2026,04:10 WIB
Tiga Pemain Timnas Indonesia Terancam Dicoret Jelang FIFA Matchday, Herdman Siapkan Skuad Piala Asia 2027
Jumat 30-10-2026,04:08 WIB
Budget 50 Jutaan Aja, Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas Murah yang Cocok dan Tahan untuk Kerja Harian
Jumat 30-10-2026,04:07 WIB
4 Rekomendasi Tanaman Hias Indoor yang Ramah Pemula, Cocok untuk Mempercantik Interior Rumah
Jumat 30-10-2026,04:07 WIB