KUNINGAN - Insiden penyerangan terduga teroris terhadap anggota Polres Banyumas disikapi Polres Kuningan dengan melakukan sejumlah antisipasi. Salah satunya memperketat penjagaan pintu masuk Mapolres Kuningan dengan menempatkan personel tambahan bersenjata lengkap.
Seperti terpantau Rabu (12/4), dua petugas bersenjata laras panjang bersiaga di pintu gerbang depan Pos Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Kuningan. Mereka dengan sigap meminta setiap tamu yang masuk diperiksa barang bawaan, identitas dan menanyakan maksud dan keperluannya.
Selain itu, di jalan depan SPKT pun terpasang tiga unit barrier secara melintang. Praktis, mengurangi kecepatan laju kendaraan yang keluar masuk karena harus melaju zig-zag.
Kapolres Kuningan AKBP M Syahduddi mengungkapkan, penjagaan tersebut merupakan upaya antisipasi penyusupan pelaku terorisme masuk ke Mapolres Kuningan.
\"Sebenarnya upaya memperketat penjagaan sudah berlangsung sejak lama. Namun kali ini lebih diperketat dengan penambahan personel. Penjagaan ini hanya upaya prosedural pengamanan internal Mapolres Kuningan dari kemungkinan aksi terorisme dan upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,\" kata kapolres.
Selain melakukan penjagaan di pintu gerbang mapolres, pihaknya pun menginstruksikan seluruh anggotanya untuk selalu waspada dalam setiap kegiatan. Baik saat di lingkungan mako ataupun di luar.
Salah satunya adalah agar tidak bertugas seorang diri saat menjalankan tugas seperti patroli dan penjagaan. \"Jadi ada dua orang yang bertugas di suatu lokasi, satu orang yang bertugas harus mengamankan satu orang lainnya. Artinya harus berdua, tidak boleh
Mapolres Kuningan Dijaga Petugas Bersenjata Lengkap, Pengunjung Diperiksa
Kamis 13-04-2017,09:05 WIB
Editor : Husain Ali
Kategori :