CIREBON - Kondisi sejumlah areal lahan pertanian (sawah) di Kecamatan Kapetakan, masih terendam air. Hasil panen pun dipastikan tidak akan maksimal karena tanaman padi yang tidak bisa tumbuh maksimal, akibat lokasi yang selalu tergenang air. Bahkan untuk musim tanam tahun ini, sejumlah petani harus melakukan dua kali penanaman akibat cuaca yang tidak menentu, yang membuat kondisi lahan pertanian terendam air berhari-hari. “Ini tanam yang kedua, terakhir tanam itu sekitar satu setengah bulan yang lalu. Yang sebelumnya ya gagal karena lama terendam air. Kemarin-kemarin kan curah hujuan cukup tinggi. Karena dua kali menanam, kita merugi juga,” ujar Sudarno, petani Desa Kapetakan yang ditemui Radar Cirebon. Kondisi air yang telat surut, membuat penanaman ulang yang kedua menghambat tumbuh kembang tanaman padi. Sehingga meskipun tumbuh, hasil yang didapat nantinya tidak akan maksimal. “Lihat saja, airnya menggenang terus, tanaman juga jadi terlihat jarang-jarang,” imbuhnya. Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Zaenal Arifin Waud saat dihubungi Radar mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon menjadi wilayah rawan pangan. Menurutnya, saat ini sudah ada enam desa yang dinyatakan masuk ke dalam kriteria desa rawan pangan. Karena akses pangan yang sulit, setelah melakukan pertemuan dengan Dinas Ketahanan Pangan. Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan hasil pertanian untuk mengamankan stok agar tidak terjadi kondisi rawan pangan. Salah satunya dengan menyosialisasikan masa tanam raya. “Petani harus berinovasi, jangan yang satu panen tapi yang lain belum. Yang belum ini yang nantinya malah diserang tikus, sehingga hasil produksi menurun,” tuturnya. (dri)
Tanam Serentak Solusi Atasi Rawan Pangan
Rabu 19-04-2017,12:35 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,03:01 WIB
Moonraker Cirebon Bagi 1.000 Takjil Jelang Lebaran, Ratusan Anggota Turun ke Jalan
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Rabu 18-03-2026,20:57 WIB
Detik-Detik Motor Pemudik Terbakar Saat Melintasi Cirebon, Satu Keluarga Selamat
Kamis 19-03-2026,05:29 WIB
Pohon Besar Tumbang di Rumah Dinas Walikota Cirebon, Nyaris Timpa Area Sekitar
Rabu 18-03-2026,21:21 WIB
Malam Ini Arus Mudik Meningkat, Astra Tol Cipali Keluarkan Imbauan Penting untuk Pemudik
Terkini
Kamis 19-03-2026,17:00 WIB
Beda Data Pelaku Kasus Air Keras Versi TNI dan Polri, Wamen HAM Desak Hal Ini
Kamis 19-03-2026,16:30 WIB
Haris Azhar Soroti Pelaku Kasus Air Keras, Singgung Dugaan Operasi Terstruktur, Desak Peradilan Umum
Kamis 19-03-2026,16:00 WIB
Timnas Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026 Tapi Enggan Main di Amerika?
Kamis 19-03-2026,15:17 WIB
Bikin Senyum! Ini Dia Deretan Tulisan Unik Pemudik di Pantura Cirebon, Ada Kritik Jalan Berlubang
Kamis 19-03-2026,15:00 WIB